Kontroversi Ponpes Al Zaytun terus memanjang, mulai dari dugaan penistaan agama hingga terbaru adanya sinyal tindakan pencucian uang yang dilakukan oleh Panji Gumilang.
Hal ini membuat marah masyarakat, ditambah lagi dengan manuver pemerintahan yang malah memberikan jaminan bahwa lembaga pendidikan itu tak akan dibubarkan. Banyak netizen yang tak setuju dengan hal itu, hal ini terlihat dalam unggahan @yaniarsim.
Masyarakat tak setuju dengan perlakuan yang dinilai spesial terhadap tempat tersebut. Mereka menilai hal itu tak pantas diberikan bagi pondok yang telah menodai agama islam.
"Ponpes Al Zaytun bukan lagi sebuah Pondok Pesantren yg memperdalam Ilmu agama Islam, tapi pondok sumber perusak Islam," ungkapnya dalam akun twitter tersebut, dikutip Selasa (04/07/23).
Sentimen ini mendapatkan banyak dukungan, banyak diantaranya mengungkit mereka telah menistakan agama lewat mengajarkan ajaran zionist atau yahudi dalam Ponpes Al Zaytun.
"Al Zaytun bisa menjadi bahaya laten. Ribuan jebolannya bisa menyebar diberbagai daerah," cuit dari @Poetra****
"Mereka ini lagi dipelihara oleh rezim. Lagi cek ombak kah kapten??" jelas kecurigaan dari @Ilham****
Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD buka-bukaan terkait dengan alasan pemerintah tak akan membubarkan lembaga pendidikan dari Al Zaytun. Hal itu terkait dengan masalah hukum yang dialami ponpes itu.
Baca Juga: Diperiksa 10 Jam Kasus Dugaan Penistaan Agama di Bareskrim Polri, Ini Kata Panji Gumilang
Dirinya menyebut ada masalah pidana dalam polemik tempat itu melibatkan pengurus dan bukan ponpes, artinya yang bermasalah dan perlu evaluasi adalah kepengurusan dari tempat tersebut seperti Panji Gumilang.
"Al-Zaytun itu punya santri, punya lembaga-lembaga pendidikan sekolah, madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, aliah, sampai ke perguruan tingginya itu di bawah binaan pemerintah, jadi itu harus dievaluasi," kata Mahfud MD dalam keterangannya, Rabu (28/6/2023).
Berita Terkait
-
Diperiksa 10 Jam Kasus Dugaan Penistaan Agama di Bareskrim Polri, Ini Kata Panji Gumilang
-
Moeldoko Bantah Jadi Bekingan Al Zaytun, Kubu Demokrat Tahu Penyebabnya: Ya Pasti Nggak Ngaku Lah
-
Bahlil Berterima Kasih ke SBY Karena Lunasi Utang RI ke IMF, Demokrat Ungkit Sikap Jokowi Usai Dilantik: Lihat Saja Wajah dan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung