Pengamat politik Hendri Satrio mengungkapkan dengan tegas bahwa politik identitas itu tidak ada salahnya dan masih menjadi wajar.
Adapun diketahui bahwa bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan kerap disebut-sebut melakukan politik identitas.
Hal tersebut diungkapkan Hendri Satrio dalam tayangan YouTube Refly Harun. Dalam tayangan tersebut, Hendri Satrio atau disapa Hensat itu menyebut bahwa politik idenitas itu menjadi keniscayaan di Indonesia.
Ia juga mengatakan wajar jika capres mengejar suara umat muslim.
"Politik identitas. Indonesia ini kan niscayaan politik identitas, sebagian besar pemilik suara ini adalah ummat muslim, maka wajar kalau capres, parpol, semuanya ngejar suara umat muslim," ungkap Hensat dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube Refly Harun, Selasa (4/7).
Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) itu menuturkan cara mendapat suara dari umat muslim itu mulai dari seperti berpakaian yang sama.
"Caranya gimana, mereka berpakaian seperti umat muslim, berlagu berlaga seperti umat muslim supaya apa, supaya dapat," ujarnya.
Hensat juga menyebut bahwa terkait politik itu tidak salah. Ia bahkan membandingkan dengan sebuah partai yang memiliki logo dengan gambar Ka'bah. Hal tersebut menurutnya, menunjukkan pula politik identitas.
"Salah enggak, ya gak salah. Kalau dibilang salah, tunjuk partai yang namanya PPP kurang politik identitas apa dia, dia pasang Ka'bah di logo dia," ucapnya.
Baca Juga: Aktor Han So Hee dan Chae Jong Seok Dikabarkan Berkencan, Agensi Beri Pernyataan
Hensat juga mencontohkan politik identitas dari pernyataan Hary Tanoesoedibjo yang menyebut masyarakat Tionghoa akan mendukung Calon Presiden (Capres) pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan