/
Rabu, 05 Juli 2023 | 05:40 WIB
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang saat penuhi panggilan Bareskrim Polri. (Suara.com/M Yasir)

Panji Gumilang buka-bukaan menanggapi soal sejumlah serangan hingga tuntutan masyarakat soal polemik di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.

Dirinya mengatakan kecaman tersebut datang karena masyarakat tidak mengerti apa yang diajarkan oleh ponpes yang didirikannya tersebut. Ia mengaku ponpesnya menanamkan kemerdekaan jiwa, berpikir dan ilmu.

Isu-isu atau kejadian yang disebutkan sebagai bukti ajaran sesat dalam lembaga pendidikan ini menurutnya adalah buah ketidaktahuan dari masyarakat akan apa yang mereka hadapi.

"Satu aja yang tidak ngerti itu bisa meledak-ledak. Itu didengar, yang lain jadinya ikut meledak. Terjadilah sumbu pendek berpikir. Sebenarnya gak ada masalah apa-apa," ucapnya dalam Youtube Coktro TV, dikutip Rabu (05/07/2023).

Ia juga menekankan pentingnya toleransi hingga pemahaman akan Al Quran. Menurutnya umat Islam seharusnya paham bahwa mereka itu dilarang untuk menghina agama maupun tuhan agama lain.

"Mengerti agama dengan mengerti Al Quran itu beda. Yang dilarang oleh kitab (Al Quran), jangan menghina tuhan orang lain," jelasnya.

Panji mengatakan secara tidak langsung, agama Islam sendiri bersinggungan dengan agama-agama lainnya. Dia secara tegas mengatakan mereka ini satu milik dari Allah SWT. Hanya berbeda cara dan perintahnya.

Load More