/
Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:15 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyapa Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2023). (Instagram/@kemhanri)

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyentil Partai Amanat Nasional (PAN) yang ingin mendapatkan kursi calon wakil presiden (cawapres) di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Menurut Jazilul, PAN tidak bisa begitu saja menyodorkan nama Erick Thohir sebagai bakal cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

PKB, lanjut dia, punya posisi sejajar dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (PKB) dalam KKIR sehingga penentuan capres dan cawapres adalah keputusan bersama antara Muhaimin Iskandar dan Prabowo.

Jazilul menerangkan, PKB melakukan komunikasi dengan Gerindra. Disebutkan, Prabowo belum menerima nama Ketua Umum PSSI itu sebagai pendampingnya untuk maju pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang.

"Kalau Pak Erick Thohir kita sudah dengar sendiri bahwa Pak Prabowo juga belum menerima, bahkan tidak menerima Erick Thohir," tegas dia dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Jumat (7/7/2023).

"Yang saya dengar begitu. Saya dengar Pak Prabowo tidak menerima Erick Thohir," sambungnya.

PKB, ujar Jazilul, berdasarkan keputusan muktamar akan tegas menolak Erick duduk di kursi cawapres. Mandat itu menyebutkan bahwa Muhaimin akan tetap maju menjadi capres atau cawapres dari KKIR.

"Kalau di PKB posisinya jelas tertolak. Tertolak oleh keputusan muktamar yang memberikan mandar agar Gus Muhaimin terus maju. Gus Muhaimin tidak bisa memberikan izin semena-mena tanpa, misalkan, menghormati apa yang sudah menjadi keputusan muktamar, pleno PKB, dan ijtimak ulama," papar Waketum PKB itu.

Namun demikian, Jazilul mengatakan, PKB terbuka menerima komunikasi dari partai politik lain termasuk PAN tetapi dengan catatan pakta integritas PKB dan Gerindra harus dijunjung tinggi.

Baca Juga: Mohon Maaf Prabowo, PKB Tegas Belum Mengusung Anda Jadi Capres karena...

"Ya silakan berkomunikasi dengan PKB. PKB terbuka untuk berkomunikasi, tapi apa yang menjadi komitmen kerja sama dengan Gerindra, apa yang menjadi mandat itu akan terus menjadi pertimbangan oleh Pak Prabowo dan Gus Muhaimin," pungkasnya.

Load More