Relawan Ganjar Pranowo, Chusnul Chotimah, menyatakan bahwa hoax atau berita bohong terbesar saat ini yaitu klaim bahwa Prabowo Subianto adalah penerus Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bukan asal klaim, Chusnul mengaku dasar dari pernyataannya adalah rekam jejak bakal calon presiden dari Partai Gerindra itu.
“Hoax terbesar saat ini yaitu klaim Prabowo penerus Jokowi. Saya menilai bukan hanya berdasarkan video dibawah ini tapi rekam jejak prabowo,” ujar Chusnul, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @ch_chotimah2 pada Kamis (6/7/2023).
Hal tersebut tampak dari perbedaan sikap Prabowo dan Jokowi menghadapi kelompok radikal. Saat Presiden Jokowi berusaha keras menolak, kubu Prabowo justru mesra dengan kelompok tersebut.
“Saat @jokowi susah payah melawan radikalisme di Indonesia, prabowo malah mesra dgn kelompok radikal, Bahkan saat Jokowi membubarkan HTI kubu prabowo menolak keras,” ujar Chusnul.
Tidak hanya itu, kubu Prabowo juga menyerang dan merendahkan Presiden Jokowi sejak 2014 bersama kelompok radikal tersebut.
“Prabowo juga bersama2 kelompok radikal menyerang dan merendahkan Jokowi sejak 2014 hingga 2019,” sambung dia.
Contoh lainnya yaitu ketika Presiden Jokowi membubarkan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI), kubu Prabowo justru mesra dengan kelompok tersebut.
“Dan saat Jokowi sdh berhasil membubarkan FPI, kubu Prabowo masih mesra dgn mereka, dan yg terbaru demi menang pilpres 2024 kubu Prabowo ngemis2 dukungan kelompok 212 yg punya ambisi menegakkan khilafah,” tutur Chusnul.
Baca Juga: Pandai Bergaul, Ini 4 Zodiak yang Mudah Mencairkan Suasana Canggung
Oleh karena itu, jika masih ada yang mengklaim Prabowo adalah penerus Jokowi, itu adalah hoax. “Jadi kalo masih ada yg bilang Prabowo penerus Jokowi, itu jelas hoax dan sangat merendahkan Jokowi,” ujar pegiat media sosial ini.
Berita Terkait
-
Mantan Penasehat Wapres Beberkan Taktik Jokowi Serahkan Tahtanya kepada Gibran: Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
-
Puja-puji Elite Gelora Fahri Hamzah Untuk Prabowo: Selama Ini Orang Nggak Percaya, Ternyata Fine-fine Aja
-
PDIP Tiba-tiba Getol Kritik Menantunya Presiden Jokowi, Netizen: Awas Blunder, Nanti Pendukungmu Berlarian
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis