Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi keheranan dengan polemik yang menyertai langkah renovasi dari Jakarta International Stadium (JIS) di Indonesia.
Dirinya bingung mengapa semakin hari, kontroversi tersebut semakin panas bahkan digiring menuju isu politis. Padahal jawabannya sendiri berada dalam ranah olah raga.
Menurutnya, masalah soal renovasi stadion tersebut sebaiknya segera dihentikan dengan cara semua pihak tinggal memberikan hal ini untuk diselesaikan saja oleh FIFA.
“Jadi olahraga sepakbola itu ada regulasinya, ada namanya regulasi FIFA. Turunan FIFA di Indonesia itu ada PSSI. Kembalikan saja kepada FIFA,” katanya dikutip Jumat, (7/7).
Politikus ini wajar jika renovasi dilakukan apabilan aturan terkait kelayakan stadion piala dunia yang telah ditetapkan oleh lembaga tertinggi dalam sepak bola tersebut ternyata belum dipenuhi oleh JIS.
“Kalau kemudian FIFA menyatakan itu tidak layak apakah itu rumput, akses penonton yang di luar hanya satu, kemudian akses parkir pemain belum bisa masuk, itu kan semua ada standar-standarnya. Ya kalau standarnya sudah sesuai ya silakan saja undang FIFA, sidak benar atau tidak,” kata Achmad.
Jadi menurutnya semua elemen masyarakat termasuk politikus tak usah mengaitkan polemik ini dengan hal politis, semua tinggal melihat keputusan dari pihak yang berwenang seperti FIFA atau PSSI.
“Jadi tidak semuanya selalu dikaitkan dengan politik. Kalau semua dikaitkan ke politik akan panas situasinya, Ya semuanya kembali ke aturan FIFA saja. Jadi nggak ada debat kusir, begitu,” terangnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Geram! Raffi Ahmad Paksa Rendy Kjaernett Hapus Tato Bergambar Syahnaz Sadiqah
Berita Terkait
-
Konsep Anies Prioritaskan Angkutan Umum di JIS Belum Bisa Diterapkan, Jakmania: Kami Butuh Parkiran
-
Cara Erick Thohir dkk Tangani JIS Terlalu Berlebihan, Elit Demokrat: Lagaknya Seperti Mau Piala Dunia Senior, Ini Kan Pildun Anak-anak
-
Renovasi JIS Dikaitkan Politik, Jakmania Tak Peduli: Yang Penting Persija Punya Kandang di Jakarta
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026