Literiasi digital masyarakat Indonesia masih rendah lantaran infrastruktur telekomunikasi belum merata, kata Mohammad Haerul Amri.
“Jangankan kawasan pulau terluar, daerah kelahiran saya, Karawang, yang hanya berjarak sekitar 60 Km dari Monas Jakarta, sinyal masih susah,” kata anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Amri dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Peningkatan Literasi dan Tenaga Perpustakaan Komisi X DPR RI.
Gus Amri, sapaan akrab Haerul Amri, mengatakan, rendahnya literasi di Indonesia menjadi sorotan dunia internasional.
The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menyebut minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah, hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, hanya satu orang yang rajin membaca.
Bahkan, lanjut Gus Amri, hasil Asesmen Nasional 2021 menunjukkan Indonesia mengalami darurat literasi. Sebab, satu dari dua peserta didik belum mencapai kompetensi minimum literasi.
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Pasuruan) itu mengatakan, rendahnya literasi itu merupakan tanggung jawab bersama, termasuk kementerian/lembaga terkait.
“Kita tidak bisa menyalahkan satu lembaga saja. Jadi ini sekaligus sebagai otokritik kita,” imbuhnya.
Untuk itu, Sekjen Garda Pemuda NasDem itu berharap semua kementerian dan lembaga saling bersinergi untuk bersama-sama mengatasi darurat literasi tersebut.
“Saya mengapresiasi rapat kerja seperti ini. Mudah-mudahan tidak ada egosektoral dan egokomisi demi perbaikan bangsa ini ke depan,” tukas Gus Amri.
Baca Juga: 3 Alasan Harus Nonton Lies Hidden In My Garden, Semua Karakter Bikin Curiga
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi