Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Muchlis A Rofik menyoroti drama antara kubu petahana melawan kubu oposisi terkait dengan renovasi dari Jakarta International Stadium (JIS).
Menurutnya, polemik tersebut akhirnya bisa memunculkan konklusi baru atau setidaknya jawaban sementara akan pertanyaan bahwa apakah stadion tersebut sudah berstandar FIFA.
Pernyataan Buro Happold yang mengatakan bahwa proyek tersebut nyatanya dibangun tak sesuai dengan panduan yang mereka inginkan sudah bisa menjadi kepastian bahwa tempat itu memang layak mendapatkan renovasi.
Muchlis juga cukup terkekeh dengan statement tersebut, pasalnya hal tersebut macam tamparan keras bagi kubu dari Anies Baswedan. Mereka awalnya yang berlindung dalam naungan nama baik perusahaan tersebut nyatanya malah menikam diri sendiri.
"Akhirnya terjawab. Tim Anies yg tadinya mau berlindung di balik nama besar Happold, malah kepleset," ungkapnya dalam Twitter, dikutip Selasa (11/7).
Ia juga menegaskan jadi selama ini siapakah pihak yang sebenarnya mempolitisasi renovasi stadion ini demi tujuan untuk menghancurkan citra dari lawan politik jelang Pilpres 2024.
"Malah buka borok sendiri. Makin menarik. Yang downgrade jadinya siapa?" jelasnya secara menohok dalam medsosnya itu.
Diketahui, Buro Happold menegaskan dalam statement tertulisnya bahwa panduan mereka ternyata tak dipatuhi sepenuhnya dalam pembangunan JIS. Hal ini terungkap setelah adanya investigasi lebih lanjut yang dilakukan oleh pihaknya itu.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan hal tersebut wajar karena menurutnya perusahaan itu hanya berperan sebagai konsultan untuk membuat pedoman desain, tak sampai eksekusi.
"Begini bahwa fungsi dari Buro Happold itu adalah konsultan. Jadi kalau konsultan Kan memang dibayar untuk mengkonsultasikan hal-hal yang akan kita buat," ujar Taufik saat dikonfirmasi, Senin (10/7).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km