Elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyoroti hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI). Baru-baru ini survei terkait dengan elektabilitas calon presiden alias capres dimenangkan oleh Prabowo Subianto jika berdasarkan survei organisasi tersebut.
Arsul membuat kelakar yang unik terkait dengan hal tersebut, pasalnya belum ada konsistensi terkait dengan siapa yang paling unggul dalam Pilpres 2024. Tiga sosok yang paling digadang-gadang maju yakni Prabowo, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan masih terus bersaing dengan ketat.
Namun Sani mengaku bahwa ia masih menunggu hasil survei yang hasilnya dimenangkan oleh sosok Anies. Seolah sindiran bahwa mantan menteri pendidikan itu kalah soal elektabilitas jika dibandingkan dua lawannya dalam pesta demokrasi.
"Lembaga survei & hasil survei bacapres itu memang "ber-bhineka" ya ...., ada yg Mas @ganjarpranowo unggul, ada yang Pak @prabowo unggul. Kita tunggu hasil survey yang Mas @aniesbaswedan unggul," cuitnya lewat Twitter, Rabu (12/7).
Meski begitu, ia menekankan bahwa hasil survei ini bukan patokan yang wajib untuk dipercaya oleh seluruh masyarakat dalam berpolitik. Oleh karenanya setiap pendukung dari ketiga capres tersebut seharusnya santai saja.
Arsul menegaskan bahwa tinggi elektabilitas bukan berarti akan pasti memang begitupun sebaliknya yang memiliki elektabilitas kecil tak perlu bersedih diri.
"Pendukung & buzzers gak usah baper kalo bacapresnya tidak unggul, gak usah pula busungkan dada kalo bacapresnya yang unggul, gak usah juga kelewatan puji-puji ataupun suudzon terlalu dalam sama lembaga survey-nya," tegasnya.
Diketahui, Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru-baru ini merilis hasil surveinya terkait dengan Pilpres 2024. Hasilnya adalah seperti berikut ini: Prabowo 35,8%, Ganjar 32,2% dan Anies 21,4%
Baca Juga: CEK FAKTA: JIS Jadi Sampah, Pembangunan di Era Anies Baswedan di Bawah Standar!
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Kaji Detail Wacana Kopdes Merah Putih Kelola Pabrik CPO
-
Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak
-
Colors of Evil: Red, Mengupas Teka-Teki Kematian Tragis dan Duka Mendalam Seorang Ibu
-
Sensus Ekonomi 2026 dan Dilema Menilai Kemiskinan dari Kepemilikan Aset
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
-
4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan