/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 14:43 WIB
Dua bakal calon presiden (capres) yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo bertemu di sela-sela pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi. (Ist)

Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti perbedaan respon Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo saat ditanya perihal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Dalam acara Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kota Se Indonesia (APEKSI), tiga bakal calon presiden yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, ditanya mengenai IKN.

Untuk diketahui, Rakernas tersebut digelar di Upperhills Convention Hall Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (13/7/2023). Menurut Jhon, dua respon yang sangat kontras ditunjukkan oleh Ganjar dan Anies.

“Soal IKN, dua respon yang SANGAT KONTRAS antara Ganjar Pranowo vs Abas,” ujar Jhon, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Miduk17 pada Jumat (14/7/2023).

Adapun Ganjar terlihat lebih optimis serta memandang bahwa IKN adalah masa depan bangsa tetapi Anies justru terlibat pesimis dan malah mengemis pertanyaan lain.

“Ganjar OPTIMIS bahwa IKN adalah masa depan bangsa, Energi hijau dan ekonomi biru, transportasi massal hingga pengelolaan sampah. Abas? terkesan PESIMIS, malah MENGEMIS pertanyaan lain,” ujar Jhon.

Saat ditanya soal IKN, Anies menyinggung soal program yang baik pasti pembangunannya akan terus berjalan dan tak perlu menggunakan otot politik untuk memaksanya bisa berjalan.

Justru, yang membuatnya heran adalah mengapa pembangunan IKN terus dipertanyakan. Hal itu menimbulkan kecurigaan adanya masalah di IKN

“Jadi saya melihat bila ini adalah rencana yang baik ya pasti jalan terus. Pasti jalan terus. Tapi bila ini ada masalah, saya juga kadang-kadang heran kenapa sering ditanyakan ya. Apa ada masalah?” ujar Anies

Baca Juga: 5 Cara Menyampaikan Kritik Membangun yang Efektif, Harus Ada Tujuan Jelas!

Sementara itu jawaban berbeda dilontarkan Ganjar. Ganjar menilai upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke wilayah Kalimantan merupakan upaya memindahkan mindset, bukan hanya sekadar tempat.

Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) ini mengatakan bahwa pemindahan ibu kota akan mewujudkan mimpi Indonesia di masa mendatang.

"Nanti ada perilaku, ada cerita ekonomi hijau dan ekonomi biru itu dalam desain besar yang ada di sana. Harapannya biasanya kalau gulanya ditaruh di situ, semutnya akan datang. Maka kemudian apa yang diusulkan tadi bagaimana Kalimantan dikelola, saatnya kita berbicara," kata dia.

Load More