Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti perbedaan respon Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo saat ditanya perihal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Dalam acara Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kota Se Indonesia (APEKSI), tiga bakal calon presiden yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, ditanya mengenai IKN.
Untuk diketahui, Rakernas tersebut digelar di Upperhills Convention Hall Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (13/7/2023). Menurut Jhon, dua respon yang sangat kontras ditunjukkan oleh Ganjar dan Anies.
“Soal IKN, dua respon yang SANGAT KONTRAS antara Ganjar Pranowo vs Abas,” ujar Jhon, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Miduk17 pada Jumat (14/7/2023).
Adapun Ganjar terlihat lebih optimis serta memandang bahwa IKN adalah masa depan bangsa tetapi Anies justru terlibat pesimis dan malah mengemis pertanyaan lain.
“Ganjar OPTIMIS bahwa IKN adalah masa depan bangsa, Energi hijau dan ekonomi biru, transportasi massal hingga pengelolaan sampah. Abas? terkesan PESIMIS, malah MENGEMIS pertanyaan lain,” ujar Jhon.
Saat ditanya soal IKN, Anies menyinggung soal program yang baik pasti pembangunannya akan terus berjalan dan tak perlu menggunakan otot politik untuk memaksanya bisa berjalan.
Justru, yang membuatnya heran adalah mengapa pembangunan IKN terus dipertanyakan. Hal itu menimbulkan kecurigaan adanya masalah di IKN
“Jadi saya melihat bila ini adalah rencana yang baik ya pasti jalan terus. Pasti jalan terus. Tapi bila ini ada masalah, saya juga kadang-kadang heran kenapa sering ditanyakan ya. Apa ada masalah?” ujar Anies
Baca Juga: 5 Cara Menyampaikan Kritik Membangun yang Efektif, Harus Ada Tujuan Jelas!
Sementara itu jawaban berbeda dilontarkan Ganjar. Ganjar menilai upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke wilayah Kalimantan merupakan upaya memindahkan mindset, bukan hanya sekadar tempat.
Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) ini mengatakan bahwa pemindahan ibu kota akan mewujudkan mimpi Indonesia di masa mendatang.
"Nanti ada perilaku, ada cerita ekonomi hijau dan ekonomi biru itu dalam desain besar yang ada di sana. Harapannya biasanya kalau gulanya ditaruh di situ, semutnya akan datang. Maka kemudian apa yang diusulkan tadi bagaimana Kalimantan dikelola, saatnya kita berbicara," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo