/
Senin, 17 Juli 2023 | 12:52 WIB
Presiden Jokowi pasca melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/7/2023). (Suara.com/Ria)

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kerap melakukan perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan delapan kali selama hampir dua periode.

Perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden, kata Burhanuddin, menandakan Jokowi tidak alergi untuk melakukan perombakan.

"Beliau tidak alergi untuk melakukan perombakan kabinet baik karena situasi keterpaksaan maupun karena kebutuhan," kata Burhanuddin dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Senin (17/7/2023).

Komentar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia dilontarkan setelah Jokowi melantik sejumlah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie dan sejumlah pejabat lainnya pada Senin (17/7/2023).

Ia meyakini, ditunjuknya Budi Arie mengisi kekosongan kursi Menkominfo yang ditinggal Jhonny G Plate merupakan reshuffle karena keterpaksaan. Sama halnya dengan perombakan Menteri Perdagangan sebelumnya.

"Terakhir ini ada suasana keterpaksaan ... ini Pak Jhonny Plate itu tersangkut kasus hukum yaitu dugaan korupsi BTS. Dan karenanya perlu untuk di-reshuffle dengan menggantikan posisi Pak Jhonny dengan nama baru itu.," ujarnya, menambahkan.

"Termasuk sebelumnya. Menteri Perdagangan diganti Pak Zulkifli Hasan karena Pak Luthfi saat itu ada isu ya terkait dengan masalah minyak goreng," imbuhnya.

Burhanuddin menilai hal wajar publik memberikan perhatian lebih atas dilantiknya Ketua Umum Pro Jokowi atau Projo sebagai Menkominfo baru.

"Ini yang lumayan mencolok dan menarik perhatian ya, Budi Arie Setiadi ini ada sisa masa jabatan tapi juga bisa menunjukkan statement di mana arah Presiden Jokowi ke depan," pungkasnya.

Baca Juga: Selebgram Meylisa Zaara Ungkap Cerita Awal Curigai Suaminya Punya Kekasih Sesama Jenis: Setiap Pagi...

Load More