Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti pernyataan dari pihak Partai NasDem yang menyebut bahwa pelantikan Ketua Umum (Ketum) Relawan Pro Jokowi Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo oleh Joko Widood (Jokowi) mengambil hak orang lain.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menanggapi tajam dengan menyebut bahwa harusnya NasDem berkaca lalu merasa malu.
Adapun, Jhon Sitorus mengatakan bahwa dulu jabatan Menkominfo itu diamanahkan pada elite NasDem yakni Johnny G Plate yang sebagai Sekjen Partai NasDem. Namun, kader NasDem itu justru terseret dugaan kasus korupsi.
"Mestinya NasDem ngaca lalu merasa malu. Dulu kala hak itu diberikan, kadernya Johnny G Plate malah korupsi BTS Rp8 triliun, setara dengan membangun 1.000 sekolah di Papua," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Selasa (18/7).
Lebih lanjut, Jhon Sitorus mengatakan bahwa Jokowi memiliki hak prerogratif dalam melakukan perombakan kabinet di masa pemerintahannya.
Berita Terkait
-
5 Fakta di Balik Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh Usai Reshuffle, Bahas Apa?
-
Budi Arie Bicara Peluang Pembentukan Lembaga Pengawas Medsos Usai Dilantik, Pengamat Prediksi Langkah Selanjutnya akan Gunakan...
-
Imbas Tak Lagi Mesra dengan Surya Paloh, Alasan Jokowi Beri Kursi Menteri NasDem ke Ketum Projo Budi Arie?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan