/
Jum'at, 21 Juli 2023 | 15:10 WIB
Tuai Kritikan Soal Luhut Sebut OTT KPK Kampungan, Said Didu Heran Pejabat Negara Tak Menyukai Pemberantasan Korupsi: Ada Apa? (/Twitter/Said Didu)

"Saya meminta Presiden Jokowi menegur Pak Luhut untuk tidak mengulangi lagi dan mengklarifikasi pernyataannya yang mengecam OTT,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

Terakhir, Novel Baswedan sendiri mengatakan penindakan, pencegahan, dan pendidikan merupakan rangkaian pemberantasan korupsi yang tidak dapat dipisahkan.

Ketiga rangkaian ini, kata Novel, harus dilakukan secara keseluruhan. Ia juga menanggapi komentar Luhut yang mengatakan KPK hanya fokus pada penindakan. 

"Justru OTT itu penindakan paling efektif. Bahkan bisa bernuansa pencegahan karena bila banyak OTT, orang takut berbuat korupsi (suap)," kata Novel Baswedan.

Sebelumnya Luhut mengatakan kinerja KPK tidak boleh hanya dilihat dari jumlah orang yang ditangkap. Dia mengatakan strategi pemberantasan korupsi yang hanya berfokus pada penindakan dengan menangkapi orang adalah strategi yang kampungan.

"Itu kampungan menurut saya kalau pemikiran itu, ndeso," kata Luhut di sela acara diskusi Stranas PK di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa, 18 Juli 2023.

Luhut mengatakan KPK memiliki 3 fungsi, yakni pendidikan, pencegahan dan terakhir baru penindakan. Menurut dia, selama ini lebih banyak orang yang berfokus pada fungsi penindakan. Sehingga, apabila jumlah penindakan yang dilakukan KPK berkurang, maka KPK dinilai gagal menjalankan tugasnya. "Kita selalu senangnya lihat drama penindakan, itu yang menurut saya tidak boleh," kata Luhut.

Load More