"Sekali lagi saya mau bilang, pendukung Ganjar itu sama seperti pendukung pak Jokowi, ga semuanya pemilih PDIP, masih ada waktu untuk PSI merebut hati mereka," tegasnya.
Chusnul Chotimah juga mengajak agar fokus pada gelaran Pemilu, berhenti untuk mencari muka hanya untuk terlihat keren saja.
"Yuk fokus ke Pemilu, kasih tau kader dan pendukung untuk sejenak berhenti cari muka cuma untuk kelihatan keren dengan sok bijak dan sok kritis, utamakan kepentingan partai dan Capres yang di dukung," ujarnya.
Menurut Chusnul Chotimah, memberikan serangan kepada Ganjar Pranowo, justru hanya untuk menyenangan pihak yang ia sebut kadrun.
"Menyerang Ganjar itu cuma menyakiti pendukung Ganjar dan menyenangkan kadrun, tapi ingat pendukung Ganjar sangat mungkin akan memilih PSI tapi kadrun saya yakin ga akan pernah memilih PSI. Maaf ya ini cuma saran," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bicara peluang kerja sama dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di Pemilu 2024.
Diketahui, PSI sudah lama menyatakan mendukung Ganjar. Tetapi sampai hari ini belum secara resmi bergabung dengan partai-partai yang telah mendeklarasikan dukungan.
Hasto mengatakan, PDIP menunggu niatan PSI untuk membuka kerjasama mendukung Ganjar Pranowo.
"Kita tunggu mereka yang akan menyatakan dukungan kepada pak Ganjar kan harus menyampaikan juga suatu niatan sehingga kerja sama itu dari dua belah pihak," ujar Hasto di Inews Tower, Jakarta, Senin (17/7/2023).
Baca Juga: Soroti Capaian Realisasi Anggaran, Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Segera Optimalkan APBD
Terpisah, Ketua DPP PSI Dedek Prayudi mengaku pihaknya tetap konsisten mendukung Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 mendatang. Pernyataan itu dilontarkan Dedek merespons pujian yang diberikan loyalis garis keras Ganjar Pranowo Chusnul Khotimah yang mengaku kagum dengan militansi partai politik besutan Giring Ganesha itu dalam mendukung Ganjar.
"Mba Chusnul yang baik, kami tetap setia dengan hasil rembuk rakyat yang memenangkan pak Ganjar. Dukungan ini adalah dukungan ideologis. Kami menjaring nama-nama yang sesuai DNA kami (anti-korupsi & anti-intoleransi) serta segaris dengan pilar politik kami, yaitu politik kesejahteraan,” kata Dedek dalam unggahannya di Twitter, Senin, (24/7).
Ia pun yakin kepala negara tidak akan berpaling, dia jelas mendukung Ganjar apaun yang terjadi. Namun apabila dikemudian hari Jokowi berpaling, Dedek memastikan mereka tetap di belakang Ganjar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
-
MONSTA X Siap Guncang Jakarta, Ini Daftar Harga Tiket dan Benefit Eksklusifnya
-
3 Mobil Listrik Terlaris China Bertarung di Indonesia, Simak Fitur Menariknya!
-
Cari Nyaman atau Desain Gahar? Begini Perbandingan Indomobil eMotor Tyranno vs Polytron Fox 350
-
Review Panor 2: Film Ilmu Hitam Thailand dengan Adegan Gore yang Intens
-
Lip Tint Bagus Merk Apa? Ini 7 Rekomendasinya untuk Bibir Cantik dan Sehat
-
Baby Driver: Simfoni Aspal dan Peluru yang Dimainkan Ansel Elgort, Malam Ini di Trans TV
-
Sinkhole Limapuluh Kota Muncul di Kawasan Vulkanik, Badan Geologi Makin Penasaran
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan