Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menyoroti PDI Perjuangan (PDIP) yang masih membuka peluang kerja sama politik kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam mendukung calon presiden (capres) Ganjar Pranowo menuju Pilpres 2024.
Hal itu ditanggapi Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Chusnul Chotimah mengungkapkan terkait PSI mendukung penuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta bersuara lantang pada korupsi hingga intolenrasi. Bahkan, Chusnul Chotimah pun menyebut bahwa ia pun menginginkan PSI lolos ke Senayan.
Terkait hal itu, Chusnul Chotimah menilai ada langkah PSI yang salah.
"Mendukung total @jokowi dan bersuara keras terhadap Korupsi dan intoleransi, terus terang saya yang termasuk ingin PSI lolos ke Senayan. Tapi untuk menuju Senayan langkah @psi_id menurut saya ada yang salah," ujar Chusnul Chotimah dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ch_chotimah2, Senin (24/7).
Menurut Chusnul Chotimah, pendukung Ganjar Pranowo itu tidak seluruhnya jatuh pilihan ke PDIP. Hal itu, kata Chusnul Chotimah, mestinya direbut oleh PSI.
"Pendukung Ganjar itu ga semuanya pemilih PDIP, seharusnya ini yang PSI rebut. Diawal PSI sudah benar dengan jadi partai pertama yang mendukung Ganjar, karena ini banyak pendukung Ganjar langsung jatuh hati sama PSI termasuk saya, apalagi saat kader PSI @GunRomli membentuk relawan Ganjar, banyak pendukung Ganjar yang sangat berterimakasih, tapi sayang PSI tidak langsung meresmikan kerja samanya dengan PDIP untuk mendukung Ganjar setelah PDIP resmi mengusung Ganjar, malah partai lain yang ambil kesempatan itu," jelas Chusnul Chotimah.
Hal itu, mengakibatkan, lanjut Chusnul Chotimah, banyak pendukung Ganjar yang awalnya suka ddengan PSI sekarang kecewa, apalagi saat ini ada kader dan pendukung PSI yang malah sibuk menyerang pak Ganjar.
Berita Terkait
-
Soal PDIP Masih Buka Ruang untuk PSI Resmikan Kerja Sama Politik Dukung Ganjar Pranowo, Chusnul Chotimah Blak-blakan Hal Ini Mestinya Direbut PSI
-
Loyalis Ganjar Sindir Sikap Tidak Tegas Prabowo dan Anies: Diam Seperti Bekicot atau Kabur Keluar Negeri
-
PSI Gembira Lihat Wajah Kaesang Lagi di Depok: Alhamdulillah, Billboard Mas Kaesang
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Polisi Selidiki Dugaan Pidana Kebakaran Gudang Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane
-
3 Langkah Taktis Dasco soal Krisis Penonaktifan BPJS PBI
-
Apa Itu DARVO? Memahami Cara Pelaku Pelecehan Memutarbalikkan Fakta
-
Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Polres Tangsel Selidiki Unsur Pidana Kebakaran Gudang
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat Harga Rp1 Jutaan, Hemat dan Praktis untuk Harian
-
Link Mudik Bareng Indogrosir 2026, Tujuan 18 Kota, Ini Cara Dapatkan Tiketnya
-
Berawal dari Game Online, Gadis Makassar 17 Tahun Ditemukan Disekap 3 Bulan
-
Dewa United, Liga Indonesia dan Rencana Besar Ivar Jenner yang Bisa Saja Digagalkan oleh Realita
-
Survey: Film Indonesia Saingi Popularitas Drama Korea
-
4 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil Rp200 Jutaan yang Jarak Tempuhnya Tembus 300 Km