Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengomentari perihal gugatan uji materil syarat minimal usia calon presiden-calon wakil presiden yang diajukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurutnya, gugatan tersebut sangat salah dan harus dilawan. Pasalnya hal itu juga berkaitan dengan isu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan menjadi calon wakil presiden dari Prabowo Subianto.
"Secara teks dan konteks konstitusionalisme, kalau ditanya apakah salah ikhtiar mengubah syarat umur capres-cawapres melalui putusan MK itu? Jawaban saya dengan tegas dan lantang adalah sangat salah dan harus dilawan!" kata Denny di akun Twitter-nya, dikutip Selasa (25/7/2023).
Menurut Denny, PSI bukan memperjuangkan hukum atau hak anak muda melainkan memainkan intrik agar Gibran yang baru genap berusia 35 tahun pada saat Pilpres 2024 bisa mengikuti kontestasi politik tersebut yang semula mensyaratkan minimal usia calon wakil presiden adalah 40 tahun.
Denny menyebut gugatan yang diajukan oleh PSI hanya untuk kepentingan pribadi, termasuk wacana memajukan Kaesang Pangarep ke Pilwalkot Depok yang belakangan ramai dibicarakan.
Menanggapi hal tersebut, Pegiat media sosial Denny Siregar mengatakan tidak hanya PSI melainkan ada dua kader Partai Gerindra yang bermain dalam gugatan UU yang mengatur usia calon presiden dan calon wakil presiden.
“Sebenarnya Denny Indrayana jangan terlalu fokus pada PSI. Cek lagi, ada 2 kader Gerindra yang juga main di gugatan usia Capres Cawapres,” ujar Denny, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Dennysiregar7 pada Rabu (26/7/2023).
Oleh karena itu, Denny meminta Presiden Joko Widodo untuk berhati-hati karena ada pihak yang tengah membangun opini bahwa presiden membangun dinasti politik.
“Pak Jokowi disini harus hati-hati. Ada yang ingin framing bahwa Jokowi bikin dinasti dengan paksakan Gibran jadi Cawapres Prabowo,” ujar Denny.
Baca Juga: Jadi Best Goal Of The Week BRI Liga 1 Pekan ke-4, Yandi Sofyan Semakin Termotivasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026