/
Rabu, 26 Juli 2023 | 09:45 WIB
Sudirman Said (Suara.com/Novian)

Juru Bicara Anies Baswedan, Sudirman Said, mengungkap perihal penjegalan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) itu.

Menurutnya, ada salah satu peristiwa monumental yang sangat menunjukkan adanya upaya penjegalan Anies yaitu gelar perkara hingga 19 kali di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Satu yang sangat monumental. Tidak pernah ada dalam sejarah republik ini gelar perkara sampai 19 kali. Itu kalau buka usaha untuk menjegal, apalagi itu?” ujar Sudirman di tayangan Livi on Point Kompas TV, dikutip Suara Liberte pada Rabu (26/7/2023).

Menurutnya, hal tersebut merupakan usaha penjegalan karena ada ketidaksesuaian dalam proses hukumnya bahkan hingga menimbulkan keretakan di tubuh KPK.

“Orang sudah memaklumi bahwa itu memang usaha penjegalan. Sudah disidangkan, dibicarakan, sampai akhirnya menimbulkan keretakan di tubuh KPK para pimpinan KPK jadi centang perenang nggak karuan,” jelas Sudirman.

Selain itu, contoh lain dari upaya penjegalan Anies adalah rumput Jakarta International Stadium (JIS) yang dipersoalkan.

Oleh karena itu, seandainya ada yang menyebut tidak ada penjegalan terhadap Anies, dia menilai orang tersebut tidak bisa membaca situasi.

“Atau belakangan lah itu soal rumput-rumputan itu. Ini untuk menyebut beberapa contoh saja yang memang kalau dikatakan tidak ada penjagalan menurut saya sih itu orang itu tidak bisa membaca gitu,” ujar Sudirman.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberitaan KPK Ali Fikri membantah tudingan bahwa KPK menjegal langkah Anies Baswedan untuk maju ke kontestasi Pilpres 2024.

Baca Juga: Resmi! Persib Bandung Tunjuk Bojan Hodak Jadi Pelatih Baru, Simak Profilnya

“Sekali lagi kami berharap bahwa masyarakat, siapapun itu, jangan kemudian selalu mengkaitkan dengan politik, karena kami lembaga penegak hukum,” ujar Ali di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/1/2023), dikutip dari Suara.com.

Load More