"Orang itu jelas lho, kok saya yang di-bully. Tidak boleh menyebut kader petugas partai, saya bilang Pak Jokowi petugas partai hayo mau di-bully lagi, wong yang menyalonkan saya, yang lain ngikut,” kata Megawati.
Megawati pun menjelaskan lebih lanjut bahkan menyinggung adanya aturan.
"Untuk apa ada partai dong? Yaudah kita satu arah, semua sama, enggak boleh kader, enggak boleh petugas. Jadi ada aturan, pemerintah Republik Indonesia mesti begini. Lha yang namanya perundangan Republik Indonesia, baca kalian, bahwa yang namanya Presiden itu diusung oleh satu partai, atau dan beberapa partai," jelas Megawati.
Presiden ke-5 RI itu tampak tak menghiraukan ika ada yang berpendapat tidak boleh menyebutkan istilah petugas partai.
"Enggak boleh ngomong kader, enggak boleh ngomong petugas partai, saya bilang, bodo amat. Lho orang partai kita emangnya gitu, kok yang lain ikut mau nimbrung-nimbrung, intervensi, ya, enggak lah," ujarnya.
"Kalau kamu mau ikut kita, ya, ikut aja, kamu bilang ini kader. Nanti memangnya kalau bukan kader, orang juga selalu ngomong gini, katakan ke Pak Eri (Wali Kota Surabaya), apakah bisa dia jadi wali kota, kalau tidak didukung oleh partai?," pungkasnya.
Adapun Megawati diakhir penjelasannya menyinggung soal demokrasi. Bahkan ia tak tanggung-tanggung sudah bersiap jika ada yang mem-bully lagi terkait pernyataannya ini.
"Kenapa yang lain enggak bikin aja, calon presiden lain? Gitu kan fair (adil), kalau mau demokrasi, ini enggak. Nungguin saja gitu. Coba deh saya kepengen tahu, saya ngomong gini, entar koran-koran atau apa segala itu nge-bully atau enggak? Senang saya. Artinya apa? Trap (perangkap) saya masuk," tandasnya.
Baca Juga: Menteri-Menteri Jokowi di Konflik Ketum Golkar: Airlangga, Luhut, hingga Bahlil
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari
-
Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata
-
7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya
-
Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja
-
Dari Balap Karung ke Mobile Legends, Transformasi Tradisi di Tangan Gen Z
-
Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih
-
Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia
-
Moga Bunda Disayang Allah: Kisah Haru tentang Kasih Sayang dan Perjuangan