Politikus Partai Demokrat Soeyoto menyoroti penetapan Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama, ujaran kebencian, dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Penetapan tersebut disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro. Panji disebut mengoreksi atau mengubah keterangannya hingga lima kali.
“Pada pukul 19.30 WIB pemeriksaan selesai namun yang bersangkutan masih mengoreksi dan kurang lebih lima kali proses mengoreksi,” kata Djuhandhani di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2023), dikutip dari Suara.com.
Menanggapi hal itu, Soeyoto menyoroti beberapa waktu lalu Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin marah-marah kepada orang yang menyebut Panji Gumilang memberikan ajaran yang menyimpang.
Ngabalin bahkan menyebut orang-orang tersebut menyebarkan fitnah terkait Panji Gumilang saat menjadi pembicara di salah satu stasiun televisi.
“Ali ngabalin 2 minggu lalu marah-marah kepada Orang-orang yang bertestimoni bahwa Panji Gumilang ajaranya menyimpang dan mengatakan itu fitnah,” ujar Soeyoto, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @soeyoto1 pada Rabu (2/8/2023).
Soeyoto meminta pertanggungjawaban Ngabalin atas ucapannya ketika kepolisian telah menetapkan Panji Gumilang sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama, ujaran kebencian, dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
“Hari ini oleh Kepolisian Panji Gumilang ditetapkan menjadi Tersangka, lalu pertanggungjawaban Dia bicara didepan publik seperti itu Bagaimana?” sambungnya.
Hingga berita ini ditulis, Ngabalin maupun pihak-pihak terkait belum memberikan keterangan perihal ditetapkannya Panji Gumilang sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama, ujaran kebencian, dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB
-
Gagal Angkat Trofi Piala Liga Inggris, Mimpi Arsenal Juara Premier League Juga Terancam Hancur
-
Kepa Arrizabalaga Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari Manchester City
-
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
-
Sebelum Diduga Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori, eks Suami Ancam Bunuh Diri Pakai Pisau Gegara Ogah Pisah
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang