Kader PDI Perjuangan (PDIP) Ferdinadn Hutahaean menyoroti manuver politik yang dilakukan sesama kader partainya yaitu soosk dari Budiman Sudjatmiko. Baru-baru ini sosok tersebut mendukung sosok dari Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Alasannya adalah karena adanya situasi global yang mengharuskannya untuk menjatuhkan pilihan kepada sosok pemimpin yang strategis. Bahkan saking seriusnya, ia menyatakan siap disanksi oleh PDIP.
"Saya siap misal ada sanksi. Tapi saya yakin, saya tak punya prasangka buruk kepada partai PDI Perjuangan," jelasnya seperti dilansir pada Sabtu (19/8).
Ferdinand yang mndengar hal tersebut balik memberikan kritik. Ia meminta sesama politikus tersebut untuk menunjukkan integritasnya soal pilihan politik di 2024. Ini mengingat bahwa partai wong cilik telah mencalonkan sosok dari Ganjar Pranowo.
"Politisi sejati dan punya integritas harus memilih mundur bila tidak lagi sejalan dengan Partai. Jangan menunggu disanksi utk berharap dapat jualan opini seolah dizalimi," ungkap dari @ferdinand_mpu.
Ia menuturkan bahwa tak perlu menunggu sanksi, Budiman sebaiknya jantan dan menegaskan diri bahwa ia sudah mundur dari PDIP. Ini terkait dengan kebijakan dari partai yang harus tegak lurus.
"Mas Bud, sebaiknya jantan dan mundur. Jangan lawan kebijakan partai yg sdh digariskan. Diam atau mundur," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK