News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB
Vokalis Dongker, Arno Zarror, mengungkapkan rencana untuk menulis lagu yang mendedikasikan nama Andri Yunus bersanding dengan tokoh pejuang hak buruh, Marsinah. (Suara.com/ Dinda)
Baca 10 detik
  • Grup musik Dongker berencana menciptakan lagu bertema kemanusiaan yang mendedikasikan nama Andri Yunus bersama pejuang hak buruh Marsinah.
  • Rencana tersebut diungkapkan vokalis Arno Zarror saat menghadiri acara solidaritas untuk Andri Yunus di Jakarta Selatan, Senin (27/4/2014).
  • Arno mendesak penuntasan kasus kekerasan aparat di Pengadilan Militer agar keadilan bagi korban dapat tercapai secara transparan.

Suara.com - Band punk unit Bandung, Dongker, berencana membawa isu kemanusiaan dan dugaan kekerasan aparat ke dalam karya musik mereka.

Vokalis Dongker, Arno Zarror, mengungkapkan rencana untuk menulis lagu yang mendedikasikan nama Andrie Yunus bersanding dengan tokoh pejuang hak buruh, Marsinah.

Hal ini disampaikan Arno sebagai bentuk respons atas kasus yang menimpa Andrie Yunus, yang saat ini proses hukumnya sedang bergulir di Pengadilan Militer.

"Bisa, bisa (jadi amunisi lagu). Tapi kami mengambil sisi romantismenya, sisi politiknya gitu," ungkap Arno saat ditemui di acara solidaritas “Dari Warga untuk Andrie Yunus” di M Bloc Live House, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2014).

"Mungkin bahkan ada rencana kami bikin menulis lagu tentang nama-nama pejuang kayak Bu Marsinah, ya Andrie Yunus masuk daftar sekarang gitu," katanya menambahkan.

Arno menjelaskan kehadiran Dongker dalam lingkaran solidaritas bersama KontraS bukan tanpa alasan. Ia merasa Dongker memiliki semangat yang sama dengan massa yang menuntut keadilan bagi Andri.

Sejumlah aktivis menggelar Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Kamis (2/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Dongker punya satu value yang serupa tapi tak sama bersama kawan-kawan KontraS. Kami juga dari awal selalu berkontribusi di acara-acara mereka, solidaritas. Kami juga merasa terpanggil dan kebetulan kami ada massa yang emang semangatnya sama ya," jelasnya.

Selain melalui musik, Arno secara pribadi menaruh kritik pedas terhadap mekanisme Pengadilan Militer yang dianggapnya eksklusif dan kurang transparan bagi publik.

Ia mendesak agar dalang di balik kasus ini diusut tuntas, bukan sekadar berakhir pada pengadilan internal.

Baca Juga: Terkuak! Ini Tampang 4 Anggota BAIS Penyerang Andrie Yunus: 3 Perwira dan 1 Bintara

"Usut tuntas pelakunya, maksudnya lebih ke dalangnya sih. Jangan sebatas dendam dengan Pengadilan Militer," tutur Arno.

Meski menyadari ada risiko dalam menyuarakan kritik terhadap institusi aparat, Arno menegaskan bahwa peran musisi dan komunitas adalah menjaga "bara api" perjuangan agar tidak padam.

"Fungsi kami ya mengawal dan apa ya, ya terus memberi bara api itu," tutupnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Load More