Penggiat Media Sosial, Ferry Koto menyoroti alasan diringankannya hukuman dari Ferdy Sambo. Terdakwa kasus pembunuhan berencana itu tak jadi dihukum mati dan hanya akan menjalani hukuman seumur hidup.
Mahkamah Agung (MA) memutuskan hal ini mengingat jasa-jasa dari mantan perwira kepolisian tersebut. Ini sejalan dengan amanat Pasal 8 ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang mengatur dalam mempertimbangkan berat ringannya pidana, hakim wajib memperhatikan pula sifat yang baik dan jahat dari terdakwa.
Sambo yang diketahui merupakan seseorang yang telah mengambi sebagai anggota kepolisian dianggap telah berjasa untuk negara dan berhak untuk mendapatkan keringanan hukuman atas jasanya tersebut. Inilah yang menjadi sorotan dari Ferry.
Dirinya mengatakan bahwa keputusannya mungkin benar secara hukum namun alasan tersebut tak cocok digunakan untuk meringankan hukuman dari Sambo. Ia mengatakan alasan tersebut bertentangan dengan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Sambo.
"Sudah benar hukumannya jadi seumur hidup, tapi alasan jasa ini ndak cocok. Karena membunuh bawahan dg keji saja dia lakukan, maka sangat mungkin menyalahgunakan wewenang selama menjabat juga dilakukan," ungkapnya seperti dalam media sosialnya yang dilansir pada Selasa (29/8).
Namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Ferry kini hanya berharap bahwa tak ada penyalahgunaan wewenang dan ada hukuman setimpal seperti penjara untuk Sambo.
"Yg penting betul-betul di penjara, Bukan dpt fasilitas hotel bintang 5," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha