Elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo mengkritik lagi manuver politik dari PDI Perjuangan (PDIP). Ini terkait dengan bagaimana mereka memajukan mantan napi korupsi alias mantan maling uang negara di Pilpres 2024.
Hal ini menjadi perhatian tersendiri karena ada ketakutan bahwa hal yang sama akan terjadi saat mereka terpilih menjadi legislatif. Ini juga yang membuat dipertanyakannya komiment anti-korupsi yang dimiliki oleh PDIP.
Sigit mengatakan sebagai partai pemenang pemilu, partai wong cilik seharusnya kembali melarang atau mencabut pencalonan mantan napi korupsi dalam pesta demokrasi.
"PDIP sebagai partai nasionalis pemenang Pemilu bisa mempertahankan komitmen antikorupsi seperti dalam Pemilu lalu dan mencabut pencalonan mantan napi korupsi," jelas @sigitwid, dilansir pada Jumat (1/9).
Dirinya yakin bahwa partai tersebut tak kehabisan kader yang berkualitas nan beritegritas. Sudah saatnya mereka mendapat kesempatan untuk menjadi wakil rakyat dalam parlemen.
"PDIP punya ratusan ribu kader berkualitas dan tidak perlu mencalonkan koruptor untuk menjadi wakil rakyat," tegasnya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sendiri telah buka suara soal dua bakal calon legislatif (caleg) DPR RI yang merupakan mantan terpidana kasus korupsi, menurutnya mereka telah menjalani hukuman.
"Jadi, dari PDI Perjuangan, kami mempertimbangkan dengan saksama. Mereka yang memang di masa lalu punya persoalan dengan hukum itu, dengan menjalani tindak keputusan dari pidana tersebut itu oleh lembaga pemasyarakatan, kan juga diminta dan diproses menjadi rakyat Indonesia yang baik, yang sadar hukum," ujar Hasto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Investasi
-
Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II/2026 di BPSDM Jatim, Tegaskan Kepemimpinan Inovatif
-
Polri Bidik 1.500 Dapur MBG Rampung Akhir 2026, Siap Layani 3,5 Juta Penerima
-
Strategi Changan Gempur Pasar Otomotif Nasional Melalui Deepal S05 dengan Teknologi REEV dan BEV
-
Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi
-
Tak Hanya Oud, Wewangian Khas Dubai Kini Tawarkan Aroma Manis hingga Floral yang Digemari Anak Muda
-
PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan
-
Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia