/
Jum'at, 01 September 2023 | 06:20 WIB
Profil Sigit Widodo, kader PSI. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo mengkritik lagi manuver politik dari PDI Perjuangan (PDIP). Ini terkait dengan bagaimana mereka memajukan mantan napi korupsi alias mantan maling uang negara di Pilpres 2024.

Hal ini menjadi perhatian tersendiri karena ada ketakutan bahwa hal yang sama akan terjadi saat mereka terpilih menjadi legislatif. Ini juga yang membuat dipertanyakannya komiment anti-korupsi yang dimiliki oleh PDIP.

Sigit mengatakan sebagai partai pemenang pemilu, partai wong cilik seharusnya kembali melarang atau mencabut pencalonan mantan napi korupsi dalam pesta demokrasi.

"PDIP sebagai partai nasionalis pemenang Pemilu bisa mempertahankan komitmen antikorupsi seperti dalam Pemilu lalu dan mencabut pencalonan mantan napi korupsi," jelas @sigitwid, dilansir pada Jumat (1/9).

Dirinya yakin bahwa partai tersebut tak kehabisan kader yang berkualitas nan beritegritas. Sudah saatnya mereka mendapat kesempatan untuk menjadi wakil rakyat dalam parlemen.

"PDIP punya ratusan ribu kader berkualitas dan tidak perlu mencalonkan koruptor untuk menjadi wakil rakyat," tegasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sendiri telah buka suara soal dua bakal calon legislatif (caleg) DPR RI yang merupakan mantan terpidana kasus korupsi, menurutnya mereka telah menjalani hukuman.

"Jadi, dari PDI Perjuangan, kami mempertimbangkan dengan saksama. Mereka yang memang di masa lalu punya persoalan dengan hukum itu, dengan menjalani tindak keputusan dari pidana tersebut itu oleh lembaga pemasyarakatan, kan juga diminta dan diproses menjadi rakyat Indonesia yang baik, yang sadar hukum," ujar Hasto.

Load More