/
Jum'at, 01 September 2023 | 07:00 WIB
Bakal calon presiden Anies Baswedan dan Ketum partai Demokrat AHY (Bidik layar)

Pengamat Politik Jhon Sitorus menyoroti kabar merasa dikhianatinya Partai Demokrat. Ini terkait dengan manuver dari Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Diketahui, mantan menteri pendidikan tersebut dinilai telah mengkhianati komitmennya untuk mengangkat sosok dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Awalnya menurut pengakuan partainya, anak mantan presiden itu akan menjadi calon wakil presiden namun tetiba malah digantikan oleh Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Jhon menyoroti hal ini dan mengatakan begitu malangnya nasib dari AHY. Apalagi sosok tersebut sudah gembar-gembor menyuarakan perubahan yang dibawakan oleh Anies.

"Turut prihatin dgn nasib Demokrat. AHY sudah turun standar dari Capres jadi Cawapres, kini bahkan dikhianati. Memang begitu perih rasanya jika TAK tak dianggap," ungkap @Miduk17, dilansir pada Jumat (1/9).

Namun dirinya paham mengapa politikus tersebut tak dipilih menjadi wakil dari Anies. Menurutnya memang elektabilitas tak dimiliki oleh AHY. Padahal ini menjadi modal penting untuk pesta demokrasi.

"Dari sudut pandang logika elektoral, AHY memang tdk bisa membawa keuntungan suara elektoral. NasDem sadar, partainya ditinggal konstituennya sehingga satu-satunya cara mengembalikan elektabilitas Nasdem adalah menggaet tokoh NU," jelasnya.

Kini Jhon menilai kemungkinan besar akan ada manuver mengejutkan lagi dari Partai Demokrat. Peta politik masih terus berubah, bisa jadi partai berlambang bintang mercy ini akan bergabung dengan koalisi yang ada, bertahan ataupun membuat koalisi yang baru.

"Pada akhirnya, Demokrat harus menentukan sikap. Tetap bertahan dikoalisi perubahan sebagai tim hore, atau keluar lalu bergabung atau mencoba membentuk koalisi baru?" tegasnya.

Load More