Film dokumenter Ice Cold membuat kasus kopi sianida pada 2016 silam kini kembali viral. Menariknya, setelah penayangan film tersebut banyak pihak yang balik membela Jessica Wongso yang merupakan tersangka dalam kasus itu.
Perempuan berusia 35 tahun itu pun disebut sudah mengetahui bahwa kasusnya kembali jadi perbincangan masyarakat.
“Iya dia diceritain sama pegawai-pegawai lapas itu, dia kan nggak bisa lihat handphone,” kata Otto Hasibuan, Pengacara Jessica Wongso dalam podcast bersama Dokter Richard Lee.
Jessica pun mengucap terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberi simpati bahkan berkenan membantunya mengusut kasus itu lagi.
"Tadi saya tanya sama Jessica, seandainya mereka minta jadi kuasamu, kamu mau nggak? katanya kalau orang minta tolong membantu saya ya saya yang harus berterima kasih," ucap Otto.
Namun, meski viral berkat film Ice Cold, Jessica disebut ogah menyaksikan film dokumenter tersebut. Pasalnya, kasus itu dianggap sebagai pengalaman buruk yang tidak ingin ia ingat lagi.
“Dia saya tanya, seandainya pun bisa menonton (film dokumenter Ice Cold, dia nggak mau nonton. Selama dia di sana, dalam dua sampai tiga tahun pertama yang dia upayakan adalah bagaimana caranya melupakan semua ini,” beber Otto.
“Jadi dia bersemedi, meditasi, supaya dia bisa lupa. Karena dia merasa apa yang dialami merupakan penderitaan yang luar biasa. Dan dia merasa kalau nggak bisa lupa itu akan susah,” tutupnya.
Baca Juga: Ngaku Dibantu Ribuan Pengacara, Otto Hasibuan Segera Buka Lagi Kasus Jessica Wongso?
Tag
Berita Terkait
-
Jadi Saksi Kasus Kopi Sianida Mirna Salihin, Segini Harta Kekayaan Prof Eddy Hiariej
-
Jessica Wongso Jengkel Saat Gesturnya Dibaca Ronny Nitibaskara: Kayak Dukun!
-
Ngaku Dibantu Ribuan Pengacara, Otto Hasibuan Segera Buka Lagi Kasus Jessica Wongso?
-
Profil Perusahan Edi Darmawan Salihin yang Lakukan PHK Tanpa Bayar Pesangon
-
Sadis! Simak Pengakuan Jessica Wongso Soal Kondisi Selnya di Penjara: Banyak Kecoa, Banyak Tikus
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur