Suara.com - Ada banyak anggapan yang muncul terkait isu detoksifikasi. Seperti misalnya, menjadi cara efektif untuk menurunkan berat badan dan mendapatkan kulit yang lebih cerah.
Tetapi benarkah mitos itu, berikut panduan cepat untuk mengetahui apakah itu fakta atau hanya miros belaka. Panduan ini disusun Ilona Wesle, seorang ahli gizi yang juga mendirikan MyDetoxDiet.co.uk.
Bisa menumpuk berat badan kembali setelah detoksifikasi
Setelah melalui diet yang terkontrol ketat, banyak orang berharap atau bahkan berencana untuk makan berlebihan sehingga berat badan kembali membengkak bahkan melebihi dari berat semula. Menurut Wesle, detoksifikasi lebih banyak terkait dengan 'mencuci' pikiran daripada tubuh. Tak penting apakah anda melakukan detokfikasi dalam hitungan hari, minggu atau bulan, yang perlu Anda lakukan adalah menghentikan kebiasaan buruk dan membersihkan tubuh dari racun. Jadi ini mitos belaka.
Ada batas berapa banyak air yang harus dikonsumsi
Air adalah bagian penting dari proses detoksifikasi. Secara harfiah air akan melarutkan racun dari tubuh dan meningkatkan fungsi hati dan ginjal. Tapi minum air tak boleh dibawa ke titik ekstrim, karena overhydrating dapat menyebabkan sakit kepala dan mual. Intoksikasi (keracunan) air memang jarang tapi mematikan. kelebihan air bis amenggerus persediaan sodium dalam tubuh. 2,5 liter air sehari adalah optimal, boleh lebih jika memang banyak bergerak dan cuaca sangat panas. Jadi ini fakta.
Tubuh bisa melakukan detoksifikasi sendiri tanpa diet khusus
Tubuh memang dirancang untuk berurusan dengan racun secara teratur. Pertanyaannya bisakah tubuh terus mendetoksifikasi diri dengan mempertimbangkan tingginya racun yang masuk ke tubuh setiap harinya? Udara polutif yang kita hirup, zat kimia dalam makanan, alkohol, rokok, stres, bahkan produk pembersih juga mengandung racun. Seratus tahun lalu mungkin tubuh tidak membutuhkan proses detoksifikasi. Tapi hari ini? Kami tidak begitu yakin, jadi kami berkesimpulan ini adalah mitos.
Detoksifikasi itu mahal
Dasar proses detoksifikasi sangat sederhana, yakni membantu membersihkan tubuh dari racun berbahaya yang bisa membuat sakit atau kelebihan berat badan. Oleh karena itu, detoksifikasi akan memulihkan organ dalam melakukan pekerjaan mereka dengan benar. Detoksifikasi bisa dilakukan secara sederhana seperti menghentikan konsumsi alkohol, mengurangi gula, daging merah, rokok atau makanan olahan. Sederhana dan bahkan mungkin menghemat uang. Jadi detoksifikasi itu mahal hanya mitos. (femalefirst.co.uk)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar