Suara.com - Ketika berbuka puasa, kita dianjurkan untuk terlebih dahulu mengonsumsi makanan manis agar tubuh mendapatkan energi secara cepat.
Berbicara soal makanan manis, Indonesia yang memiliki kekayaan kuliner memiliki beragam pilihan makanan manis yang cocok disantap saat buka puasa. Salah satunya adalah bubur kampiun.
Bubur Kampiun adalah salah satu menu yang biasa dijadikan sarapan pada hari biasa. Namun saat Ramadan tiba, masakan tradisional ini sering dijadikan sebagai santapan utama saat buka puasa.
Bubur ini memang cukup istimewa, karena nama "kampiun" bermakna pemenang atau kemenangan. Mungkin makna inilah yang menjadi alasan mengapa bubur yang terbuat dari campuran kolak pisang, bubur candil, bubur sumsum dan ketan hitam ini dijadikan sebagai menu buka puasa sebagai simbol kemenangan.
Anda yang tertarik ingin mencicipi kelezatan rasa bubur kampiun ini dapat membuat sendiri di rumah dengan mengikuti resep berikut ini.
Bahan:
Kolak pisang:
10 buah pisang nangka
2½ gelas santan
7 sdm gula merah iris
1 sdt garam
Bubur candil:
150 gram tepung ketan
1 sdt garam
air kapur sirih secukupnya
gula merah secukupnya
Bubur sumsum:
250 gram tepung beras
1½ gelas santan
1 sdt garam
2 lembar daun pandan
Ketan hitam:
½ liter ketan hitam
½ butir kelapa setengah tua, diparut
Caranya:
1. Untuk kolak pisang
Rebus pisang dan gula merah serta garam sampai agak empuk lalu masukkan santannya, biarkan mendidih dan pisang empuk, angkat dan sisihkan.
2. Untuk bubur candil
Tepung ketan, garam dan air kapur sirih disiram dengan air suam-suam kuku, lalu dibentuk bulat kecil dan direbus dengan air gula merah yang sudah mendidih. Kalau sudah mengapung, angkat dan sisihkan.
3. Untuk bubur sumsum
Rebus air dan garam sampai mendidih lalu masukkan tepung beras yang sudah dicairkan dengan santan. Aduk rata dan cepat sampai matang, angkat dan sisihkan.
4. Ketan Hitam
Ketan hitam yang sudah direndam beberapa jam, dikukus sampai setengah masak. Lalu siram dengan air mendidih (masih dalam kukusan) secukupnya (ini supaya ketan matangnya bagus). Kemudian kukus kembali sampai ketan matang.
Penyajian:
Siapkan mangkuk, taruh ketan hitam yang ditaburi kelapa parut, bubur candil, bubur sumsum dan siram dengan kolak pisang. Sajikan
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Saham Rasa Kripto, Gaya Baru Investasi Digital Native
-
Kulit Kusam? Ini 5 Body Lotion yang Bisa Membantu Mencerahkan Kulit
-
Hasil Studi: Reputasi Kelihatan Abstrak, Tapi Bisa Bikin Perusahaan Panen Untung
-
Tren Steak Premium: Eksplorasi Rasa Daging Sapi Australia di Awal Tahun
-
Parfum Wardah Bisa Tahan Berapa Jam? Ini 5 Varian yang Wanginya Paling Awet
-
Mengapa Menulis Memoar seperti Aurelie Moeremans Bisa Sembuhkan Trauma Masa Lalu?
-
Nour Al Qalam Perluas Pasar Global, Hadirkan Fashion Kaligrafi Arab di Indonesia
-
6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan
-
Doa Malam Isra Miraj 27 Rajab, Lengkap dengan Tata Cara agar Hajat Cepat Terkabul
-
Baju Teal Blue Cocok dengan Hijab Warna Apa? Pasangkan dengan Ini Agar Lebaranmu Makin Kece