Bisnis / Makro
Senin, 02 Maret 2026 | 21:07 WIB
Ilustrasi BBM. (Pexels)
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian mengantisipasi kenaikan harga BBM akibat penutupan Selat Hormuz oleh IRGC usai serangan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
  • Gangguan suplai minyak global diprediksi terjadi karena Selat Hormuz adalah jalur distribusi minyak utama dunia saat ini.
  • Indonesia berupaya mengamankan suplai minyak non-Timur Tengah, termasuk melalui MoU Pertamina dengan perusahaan minyak Amerika Serikat.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengantisipasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) imbas penutupan Selat Hormuz usai adanya perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menko Perekonomian mengakui kalau konflik AS-Israel vs Iran itu bakal mengganggu suplai minyak global, di mana Selat Hormuz berperan sebagai jalur utama distribusi minyak dunia.

"Tentu kalau Iran sudah pasti yang terganggu adalah suplai minyak, dan suplai minyak itu karena Selat Hormuz kan terganggu. Belum juga Red Sea (Laut Merah). Jadi kita lihat berapa jauh pertempuran ini akan terus berlangsung," katanya, dikutip dari Antara, Senin (2/3/2026).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Untuk mengantisipasi, Menko Airlangga mengatakan kalau Indonesia bakal mencari sumber minyak baru dari negara di luar kawasan Timur Tengah.

Contohnya, Pemerintah sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) lewat PT Pertamina (Persero) dengan sejumlah perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat.

"Pemerintah sudah punya MoU untuk mendapatkan suplai dari non Middle East. Misalnya, kemarin Pertamina sudah bikin MoU dengan Amerika, beberapa dengan Chevron, dengan Exxon, dan yang lain-lain," beber dia.

Terkait efek ke pertumbuhan ekonomi, Airlangga menyebut kalau Pemerintah masih terus memantau situasi perang AS-Israel-Iran itu, khususnya berapa lama konflik terjadi.

"Balik lagi kita monitor saja bahwa perang ini lama, atau perang 12 hari, atau perang seberapa jauh," jelasnya.

Diketahui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan menutup Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga: Ancaman Perang Timur Tengah, DPR Desak Travel Jamin Keamanan dan Kepulangan Jamaah Umrah

Pada hari yang sama, AS bersama Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Ibu Kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan bangunan dan korban sipil.

Load More