News / Internasional
Senin, 02 Maret 2026 | 21:41 WIB
Ali Khamenei. (instagram)
Baca 10 detik
  • Istri Ali Khamenei meninggal pada Senin akibat luka serius dari serangan udara gabungan AS dan Israel akhir pekan lalu.
  • Serangan besar pada Sabtu (28/2) menargetkan Teheran, termasuk kompleks kediaman Khamenei, dalam operasi menetralisir keamanan Iran.
  • Iran membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke pangkalan AS serta wilayah Israel, berdampak pada infrastruktur sipil.

Suara.com - Istri Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, dilaporkan meninggal dunia pada Senin setelah menjalani perawatan atas luka serius yang ia derita dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel akhir pekan lalu, menurut media pemerintah Iran. Ia telah koma sejak sabtu lalu dan akhirnya tak tertolong akibat cedera akibat serangan tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi militer sengit yang melibatkan AS, Israel, dan Iran — konflik yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026. Pada Sabtu (28/2), serangan udara besar-besaran oleh AS dan Israel menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk kompleks kediaman dan kantor Ayatollah Khamenei di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Khamenei sendiri di kantornya, bersama anggota keluarga lainnya. Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer strategis AS dan Israel yang disebut untuk menetralisir kemampuan militer dan keamanan Teheran.

Ketegangan meningkat tajam setelah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Khamenei adalah salah satu target utama serangan, dan pernyataannya yang menyebut sang pemimpin sebagai salah satu orang paling jahat dalam sejarah.

Balasan Iran terhadap serangan ini juga signifikan. Teheran menembakkan rudal dan drone ke beberapa pangkalan AS serta ke wilayah Israel, menyebabkan ledakan terdengar di berbagai negara Teluk, termasuk di Bahrain dan negara lain yang menjadi tuan rumah pasukan AS. Infrastruktur sipil seperti bandara dan pelabuhan pun terdampak oleh serangan dan balasan rudal tersebut.

Selain itu, dalam beberapa hari terakhir, militer AS telah mengakui penambahan korban jiwa di pihaknya di tengah operasi ini, dan pejabat AS menegaskan bahwa tujuan serangan adalah menghancurkan kemampuan rudal dan militer Iran, bukan untuk membangun demokrasi di negara tersebut.

Kematian Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh menambah daftar korban tewas dalam konflik yang kini berdampak luas, baik secara politik maupun kemanusiaan, serta turut memperdalam dampak emosional dan sosial terhadap rakyat Iran yang sedang menjalani masa berkabung.

Load More