Suara.com - Menjadi negara terbesar di Afrika dengan budaya kaya yang mencerminkan sebuah asosiasi bagi ratusan suku, Sudan adalah negara besar dalam mikrokosmos.
Kebiasaan dan tradisi yang beragam, serta iklim yang ekstrem, seperti gurun tandus di utara dan hutan hujan yang subur di selatan.
Orang-orang bersatu dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa umum mereka, tetapi masakan mereka adalah campuran dari berbagai latar belakang dan etnis serta negara lain yang mempengaruhi sejarah Sudan.
Ramadan yang ditunggu-tunggu di Sudan dan mulai dipersiapkan dari satu minggu sebelumnya akan menjadi puncaknya saat beberapa hari terakhir sebelum Ramadan dimulai.
Selain doa, kelas agama dan buka puasa terbuka, pekerjaan amal, sedekah dan penggalangan dana adalah hal yang sangat umum dilakukan di bulan Ramadan di Sudan.
Hidup ini benar-benar berubah di negara yang memiliki 30 juta penduduk, di mana Muslim merupakan agama mayoritas.
Tradisi ramah tamah dalam menerima tamu, sangat penting di Sudan, sama seperti di negara-negara Arab lainnya. Namun, hal ini memang lebih menonjol selama bulan Ramadan.
Perhatian dan rasa hormat ditunjukkan untuk tamu di mana pun, dan berbuka puasa bersama masih banyak diminati oleh seluruh orang di Sudan. Orang-orang lebih mulai mengambil makanan mereka disaat matahari terbenam ke luar rumah.
Penduduk laki-laki dari lingkungan atau desa mulai mempersiapkan dekorasi di lokasi untuk mereka berbuka - biasanya di luar rumah, orang tertua atau kepala suku - melakukan buka bersama dan melakukan salat magrib berjamaah.
Jika seseorang di lingkungan tempat mereka tinggal meninggal, tetangga, kerabat dan teman-teman dari keluarga yang ditinggalkan membawa makanan dan mengambil makanan berbuka mereka di mana orang berkumpul untuk menyampaikan belasungkawa. Belasungkawa biasanya dilakukan selama tiga hari.
Tradisi berbuka di luar secara bersama ini telah mengakar dalam masyarakat Sudan, dan menurut beberapa orangtua, hal tersebut awalnya ditujukan untuk menarik para wisatawan dan tamu lain yang kebetulan sedang lewat saat magrib tiba pada bulan Ramadan.
"Di masa lalu orang bepergian dengan unta dan keledai; ada pedagang kecil yang membawa barang-barang mereka dari satu tempat ke tempat lain, orang lain atau wisatawan yang mengunjungi keluarga dan kerabat. Ini membantu penduduk desa bersama-sama, " kata Khalifa Al-Faki, salah satu warga.
Sayangnya, tradisi tersebut perlahan-lahan mulai menghilang, khususnya di kota-kota besar.
"Orang-orang telah menjadi lebih individual. Saat ini, semua orang yang tinggal di sebuah villa atau flat berbuka hanya sebatas di rumah mereka. Bahkan jenis makanan yang dimakan saat bulan ramadan, kini tak lagi sama. Hidangan tradisional tergantikan dengan makanan asing," keluh Al-Faki.
Hidangan Khas Ramadan
Saat Ramadan, Sudan memiliki hidangan khusus dan beberapa di antaranya ditemukan di hampir setiap rumah tangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
7 Foundation Full Coverage Anti Crack, Makeup Tetap Mulus Meski Berkeringat
-
Powder Blush vs Liquid Blush: Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Anda?
-
5 Lip Tint yang Stain-nya Tahan Lama, Murah dan Tak Bikin Bibir Kering
-
5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
-
UNIQLO x Cecilie Bahnsen Debut di Indonesia, Koleksi Feminin Romantis Siap Jadi Statement Daily Wear
-
Literasi Keuangan Jadi Kunci Perempuan Lebih Percaya Diri Kelola Bisnis
-
Sepeda Hybrid Cocok Buat Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik dengan Harga Bersahabat
-
Sepatu Salomon Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah untuk Hiking dan Aktivitas Outdoor
-
Mendekati Usia 30? Ini Cara Simpel Jaga Elastisitas Kulit Biar Tetap Kencang dan Glowing