Suara.com - Perempuan itu berbaring di sofa dengan sejumlah jarum di wajahnya. Jarum itu menancap dengan anggun di sekitar mulut dan dahinya. Semua itu dilakukan atas nama keindahan, untuk melawan 'penuaan'.
Sepuluh tahun yang lalu, akupunkturis Lisa Milnes dan Kevin Durjun menggabungkan pengetahuan mereka tentang prinsip-prinsip akupunktur, pijat dan ilmu biomedis untuk sebuah metode baru pengobatan anti-penuaan baru di sebuah klinik di London, Inggris.
Mereka membawa kemungkinan baru, metode akupuntur untuk wajah yang menghasilkan wajah jauh lebih halus dan bercahaya dibanding perawatan yang ada sebelumnya.
Perawatan wajah baru ini bekerja dengan merangsang titik-titik akupunktur di wajah, dan membawa energi ke permukaan kulit dan merangsang sirkulasi darah. Metode ini diklaim meningkatkan produksi kolagen, memperkuat tekstur kulit, dan mengurangi bengkak.
"Jarum di dahi akan melemaskan otot dan mendorong otot ini untuk bersantai," jelas Kevin.
Terapi ini mungkin akan sedikit menyakitkan, ketika jarumjarum itu ditusukan ke wajah. Tapi para terapis biasanya cukup terampil untuk menempatkan jarum itu pada posisi yang tepat.
Para terapis juga menggunakan roller kecil yang terlebih dahulu dipanaskan untuk memijat wajah pasien. Setelahnya juga ada pemijatan ke seluruh wajah dengan menggunakan minyak aromaterapi. Bahkan alis pun dipijat, karena ternyata alis memegang banyak ketegangan tubuh! Untuk mengakhiri terapi ini, ada akupunktur ke titik-titik akupunktur di tangan.
Pengobatan dianjurkan seminggu sekali selama empat minggu pertama. Dua minggu pertama akan terlihat garis-garis penuaan mulai berkurang.
"Kemudian setelah itu pada interval bulanan. Anda harus melihat wajah lebih halus dan lebih cerah, kulit lebih bercahaya setelah hanya satu pengobatan. Setelah dua atau tiga sesi, kelopak mata makin terlihat tegas," jelas Kevin. Jadi mau mencoba, sudah banyak kok di Jakarta? (allaboutyou.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan