Suara.com - Para peneliti telah menemukan bukti baru bahwa obat anti-diabetes, metformin ternyata dapat memperlambat proses penuaan sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Temuan ini menjawab kekhawatiran ilmuwan yang sebelumnya berpikir bahwa obat tersebut bisa mempercepat proses penuaan, karena dianggap memicu peningkatan molekul oksigen berbahaya.
"Tapi kenyataannya metformin menyebabkan sedikit peningkatan jumlah molekul oksigen berbahaya. Kami menemukan bahwa ini membuat sel-sel lebih kuat sehingga baik bagi kesehatan penggunanya," ujar Wouter De Haes dari University of Leuven di Belgia, seperti dilansir dari Zeenews.
Para peneliti mempelajari mekanisme metformin dalam cacing gelang Caenorhabditis elegans, spesies ideal untuk mempelajari penuaan karena memiliki umur hanya tiga minggu.
Hasil penelitian menunjukkan, cacing yang diobati dengan metformin hanya sedikit mengalami penyusutan ukuran dan tidak mengalami kerutan.
"Meski demikian kita harus berhati-hati untuk tidak over- ekstrapolasi temuan kami bagi manusia. Penelitian ini menjanjikan sebagai dasar untuk penelitian masa depan," tegas De Haes.
Studi ini muncul dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences .
Berita Terkait
-
5 Skincare Laneige untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bisa Lawan Keriput hingga Garis Halus
-
Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
5 Serum Wardah untuk Atasi Tanda Penuaan Usia 50 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Kencang
-
Retinol Vs Retinal, Mana yang Lebih Ampuh untuk Anti Aging dan Jerawat?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius