Suara.com - Anda benar-benar mencintainya dan ingin segera menikah dengannya. Tapi pasangan Anda tak kunjung melamar? Menghadapi situasi ini memang bisa bikin frustasi. Bisa-bisa muncul pikiran dia tak serius mencintai Anda.
Tapi jangan buru-buru menyimpulkan, karena bisa jadi dia punya alasan lain. Jadi sebelum menakar kadar cintanya dan salah mengambil langkah, simak artikel ini. Bagaimana menyikapinya, sesuaikan dengan alasan dia. Semua bisa dikomunikasikan dan dikompromikan kok!
1.Belum siap secara keuangan
Menikah bagi banyak orang adalah langkah besar, baik secara psikis maupun finansial. Finansial menjadi pertimbangan penting di kalangan kaum Adam yang secara tradisional diposisikan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga. Jika Anda bisa menerima kondisi ini, maka tak masalah jika Anda mengungkapkan terus terang kepadanya.
2.Ia merasa sudah menikah dengan Anda
Kadang, berkencan untuk waktu yang lama membuat seseorang merasa sudah seperti menikah. Apalagi jika Anda berbagi keuangan atau telah tinggal bersama. Jadi bisa saja ia menilai pernikahan adalah status quo atau malah dia mulai bosan. Jika ini terjadi, Anda perlu membuat penyegaran dalam hubungan Anda.
3.Ia lebih fokus pada kariernya
Mungkin saja ia berpikir jika memutuskan untuk menikah, ia tidak akan memiliki cukup waktu untuk mengejar karier atau juga mewujudkan mimpinya untuk memulai usaha baru. Jika itu terjadi, Anda tak bisa menyalahkan keinginannya untuk lebih mapan demi Anda dan keluarga yang akan kalian bangun bukan? Jadi katakan padanya, hal ini juga penting bagi Anda tapi Anda tak ingin ini menjadi ganjalan dalam hubungan kalian.
4.Belum siap kehilangan kebebasan
Ini jamak terjadi pada kaum Adam. Jika Anda serius, Anda perlu berbicara dengannya tentang hal ini, dan beri tahu dia bahwa pernikahan tidak akan mempengaruhi kehidupan pribadinya. Tetapi juga buka matanya, bahwa memasuki fase baru dalam hidupnya itu berarti dia akan harus membuat beberapa pengorbanan.
5.Ia trauma dengan pernikahan
Ini kasus yang paling sulit dihadapai. Jika sebelumnya ia memiliki pernikahan yang tidak bahagia atau dibesarkan dalam keluarga broken home, bisa jadi pernikahan adalah neraka baginya. Jadi jika memang dibutuhkan dan dia bersedia, ajak dia konseling untuk menyadarkannya, bahwa apa yang dialaminya di masa lalu tak serta merta akan membuatnya mengalami hal yang sama. (easygoodhealth.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan
-
Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra
-
Keluarga Ungkap Fakta di Balik Tewasnya Kakek 80 Tahun Terserempet KRL di Cawang-Tebet
-
Banggar Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya Janji Serahkan Dalam 10 Hari
-
Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Bernostalgia Lewat Lima Warna Musik
-
Pemotong Rumput asal Perawang Siak Bobol Sistem Keamanan NASA
-
Golkar Rombak Susunan AKD DPR, Bamsoet Kini Jadi Anggota Biasa Komisi II
-
Indonesia Nonton Final Piala AFF 2026: Vietnam Punya Kartu AS Kalahkan Thailand
-
Samsung Siapkan Galaxy Event 27 Agustus, Siap-siap Ada Anggota Baru Galaxy S26 Series!
-
Dari Rak Buku ke Ruang Lifestyle, Wajah Baru Toko Buku di Tengah Era Digital