Suara.com - Dunia tarik suara yang telah membesarkan nama Denada di jagat panggung hiburan sebagai penyanyi rapper tak lantas membuatnya berpuas diri. Ini terlihat dari semangat perempuan bernama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan untuk terus menjajal kemampuannya agar tetap bisa berkarya.
Dan kini, perempuan kelahiran Jakarta, 19 Desember 1978 ini melebarkan sayapnya ke dunia fesyen, yaitu tas kulit dengan label KAIL bags, yang merupakan bisnis premium ladies handbag. Bisnisnya itu telah dirintisnya sejak 2012.
Hebatnya lagi, semua tasnya itu didesainnya sendiri, dan peminatnya tak hanya di dalam negeri, tetapi juga luar negeri seperti Jerman, Belanda, Amerika Serikat dan Inggris.
Lantas, bagaimana ceritanya Denada bisa menjadi desainer tas? "Sebetulnya sih dimulai dari rasa penasaran saya, apalagi saya 'kan memang menyukai tas dan waktu hamil senang menggambar desain tas," ceritanya mengawali perbincangan, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Senang Mendesain Tas Saat Hamil
Nah, kegemarannya menggambar berbagai desain tas yang dipakainya sendiri ini ternyata diminati oleh banyak orang. Di situlah, Denada tertarik untuk menekuni bisnis tersebut.
Ia kemudian memutuskan untuk mengambil kursus singkat di Polimoda, Florence, Italia.
"Saya memilih Italia, karena negara tersebut terkenal dengan produksi tas kulitnya di dunia. Di sana saya juga banyak belajar dan mengunjungi banyak pengrajin tas," jelas istri fotografer Jerry Aurum ini.
Selama hamil, Denada mengakui, tidak mau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan entertainmen. "Nggak tau kenapa bawaannya ya seperti itu. Saya nggak mau nyanyi, nggak kepengin lihat kamera, dan lain lain," tutur ibu dari Shakira Aurum itu.
Kegiatan yang disenanginya kala itu, kata Denada, hanya menggambar. Padahal, sebelumnya ia tidak menyukai aktivitas itu. "Nah, ketika akhirnya berangkat ke Italia untuk belajar bag design dalam keadaan hamil muda, saya tetap enjoy lho. Padahal di sana tinggal sendiri selama berbulan-bulan, karena suami tidak bisa menemani karena harus bekerja," ungkapnya.
Selama tinggal di Florence, Italia, Denada tak hanya fokus pada kursusnya, tetapi juga memanfaatkan waktu untuk mendatangi toko-toko tas yang menggelar workshop. "Semua itu saya lakukan biar dapat ilmu yang lebih banyak lagi seputar tas kulit, di luar kursus," imbuh perempuan yang hobi diving ini.
Setelah lulus, Denada pulang ke Jakarta saat usia kandungannya tujuh bulan. Nah, ketika sudah mantap ingin menekuni bisnis tas kulit inilah, sang suami tercinta memberi hadiah berupa satu mesin jahit kulit.
Mesin jahit itulah yang kemudian menjadi modal pertama Denada untuk merintis bisnis tersebut. "Awalnya saya mendesain dan menjahit tas sendiri untuk keluarga dan teman. Alhamdulillah, ternyata responnya bagus. Sekarang saya sudah punya pengrajin kulit, punya mesin potong, ada workshop dan lain-lain," jelasnya bersemangat.
Inspirasi dari Kekayaan Indonesia
Saat ini Denada mengaku mempunyai dua brand premium ladies handbag, di mana keduanya didesain dengan corak khas Indonesia dan menggunakan material dari pengrajin Indonesia.
KAIL yang telah dirintisnya sejak 2012 menggunakan material kulit bersertifikat dan kerajinan perak dari Yogyakarta, serta ukiran tulang sapi dari pengrajin Bali sebagai aksen pada tas. "Sedangkan satu lagi yang menggunakan kain batik tulis dan cap baru saja saya tampilkan pada IFW 2014," imbuhnya merinci.
Sayangnya Denada enggan menyebutkan berapa keuntungan yang diperoleh dari bisnis tasnya itu, karena apa yang dilakukan hingga saat ini masih dalam proses belajar.
"Belum terlalu besar. Sekarang saya masih merasa dalam tahap belajar, cari pengalaman," jelas lulusan lulusan Diploma Bisnis dari Perth, Australia ini.
Yang jelas, Denada bertekad akan terus mengembangkan usahanya sekaligus mencari terobosan desain dengan mengeksplor budaya daerah yang digabungkan dengan tren internasional.
"Inspirasinya macam-macam. Dulu waktu sekolah (desain) saya menggabungkan dua budaya yang sangat berbeda misalnya Kalimantan dengan punk, tapi kebanyakan dari Indonesia," tambahnya lagi.
Di tengah-tengah kesibukannya menjalani bisnis tas dan dunia hiburan, Denada tetap mempunyai waktu yang berkualitas baik bagi dirinya sendiri maupun keluarga. Di waktu luang, ia bersama Jerry dan putri kecilnya, Shakira Aurum kerap memanfaatkan waktu santainya di rumah atau liburan bersama.
Bagi Denada komunikasi sangat penting dalam sebuah keluarga. "Komunikasi itu perlu, kalau aku mau ke mana aku bilang, begitu pula dengan suami yang selalu menceritakan berbagai aktivitasnya," ujar pasangan selebritis yang menikah pada 15 Februari 2012 ini.
Lantas, apa sih kiat sehat dan cantiknya seorang Denada? "Wah, kalau itu sih dari dulu nggak pernah berubah yah. Rutin olahraga minimal joging selama sejam dan kadang angkat beban, serta diet sehat. Simpel 'kan?" ujar perempuan yang juga hobi boxing dan beladiri ini seraya mengembangkan senyumnya.
Berita Terkait
-
Profil Kevin Gusnadi Pria Diduga Pacar Baru Ayu Ting Ting, Lulusan UI dengan Karier Mentereng
-
Profil Franka Franklin, Istri Nadiem Makarim Jadi Sorotan usai Sidang Tuntutan
-
Siapa MC Lomba Cerdas Cermat MPR? Ini Profilnya, Kini Kena Sanksi Tegas
-
Profil Julian de Guzman: Legenda Kanada dan Perjalanan Besar Menembus Sepak Bola Eropa
-
Profil Hyundai Hillstate: Pelabuhan Baru Megawati Hangestri di Liga Korea Selatan
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Kenapa Harta Warisan Keluarga Sering Menimbulkan Konflik? Detektif Jubun Ungkap Alasannya
-
6 Perhiasan yang Bawa Keberuntungan Shio di Tahun Kuda Api 2026
-
Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung
-
Dari Menyeberang Jalan hingga Buang Sampah, Pentingnya Anak Paham Keselamatan Sejak Dini
-
6 Sepatu ALDO yang Diskon di MAPCLUB, Ada Model Stylish hingga Artist Series
-
Etika dan Hukum Titip Doa Pada Jemaah Haji Dalam Islam
-
Tak Hanya Pintar Akademik, Generasi Muda Dituntut Kuasai Diplomasi dan Bangun Jejaring Global
-
Di Tengah Krisis Global, Traveling Tetap Prioritas: Anggaran Wisata Malah Meningkat di 2026
-
5 Parfum Aroma Mewah di Indomaret, Wanginya Elegan Bikin Percaya Diri