Suara.com - Penjualan global McDonald's terus turun sejak Juli tahun lalu. Di antara penyebabnya adalah Shake Shack, perusahaan siap saji yang kini ditakuti McDonald's.
Shake Shack merupakan restoran siap saji yang bediri 14 tahun silam. Awalnya Shake Shack dijual di gerobak di New York. Shake Shack menjual hot dog, burger, kentang goreng, dan soda.
Namun 14 tahun kemudian atau tahun ini, harga saham di pasar Amerika Serikat mencatat saham Shake Shack naik 2 kai lipat dengan harga USD 48 perlembar saham. Capaian itu menjadikan Shake Shack menjadi salah satu restoran siap saji yang diperhitungkan dalam 10 tahun terakhir.
The Washington Post menganalisa penaikkan harga saham dan penjualan Shake Shack cukup dramatis. Sebab saat ini pasar makanan siap saji selalu dirong-rong oleh isu kesehatan. Sebut saja makanan siap saji tidak sehat dan mahal.
Pendiri Shake Shack, Danny Meyer mengatakan restorannya itu diluncurkan pertama kali tahun 2001. di Madison Square Park. Sekarang restorannya ada di 9 negara, termasuk di Rusia, Turki dan Dubai.
Dia bercerita, butuh waktu 3 tahun atau pada tahun 2004, Shake Shack membuka restoran pertamanya. Tahun 2015 ini, dia berjanji akan ada 10 restoran baru di Amerika Serikat dan beberapa negara.
Meyer optimis penjualan global Shake Shack yang saat ini mencapai USD 72 miliar atau Rp 897 triliun, bisa menarik investor untuk menanamkan modal.
Meski, harga porsi Shake Shack lebih mahal dari restoran siap saji lain. Harga makanan di Shake Shack rata-rata USD 11, 90-an sen lebih mahal dari McD. Sementara jumlah kalori tiap porsi yang terdiri dari burger daging, kentang goreng dan soda mencapai 2.000 kalori.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali