Menyambut tahun baru Imlek 2566, yang jatuh pada hari Kamis (19/2/2014) ribuan warga etnis Tionghoa memadati vihara Dharma Bakti di kawasan Petak Sembilan, Jakarta Barat. Sejak Kamis pagi, orang sudah mulai berdatangan. Hujan yang sempat mengguyur vihara tertua di Jakarta ini, tak menyurutkan jemaat yang ingin memanjatkan doa demi keselamatan dan keberuntungan mereka di tahun kambing kayu ini.
Vihara Dharma Bakti, tak hanya dipenuhi pengunjung tetapi juga penuh dengan jejeran lilin-lilin besar di setiap sudut tempat peribadatan ini. Aroma yang dihasilkan oleh dupa yang dibakar pun lebih menyeruak dibanding hari biasanya. Vihara Dharma Bhakti memang hanya menyelenggarakan prosesi sembahyang yang dilaksanakan di dalam ruangan vihara.
Suka cita datangnya tahun baru Imlek bagi warga Tionghoa dimanfaatkan untuk memohon kepada Sang Pencipta akan keselamatan, rezeki dan kesehatan.
Menurut pengurus Vihara, Henky Halim, pengunjung yang berdoa di klenteng tertua ini mencapai 8000 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah hingga sore nanti.
Pengunjung yang beribadat di Vihara ini pun tak hanya berasal dari kota Jakarta. Salah satu pengunjung yang ditemui suara.com, Wang Lei mengaku berasal dari Surabaya dan sengaja untuk merayakan Imlek di ibukota.
"Ini kali pertama saya berdoa dan sengaja untuk merayakan tahun baru di klenteng Dharma Bakti ini. Tapi di manapun tempatnya, saya dan keluarga berdoa untuk kesuksesan dan keselamatan diri maupun keluarga besar," ungkap Wang Lei.
Setelah berdoa, para pengunjung pun tak lupa membagikan angpau sebagai wujud syukur dan berbagi rezeki yang sudah mereka terima. Barisan penerima angpau pun sudah antre sejak pagi berharap cipratan rezeki dari para jemaat klenteng.
Banyak orang menyebut bahwa tahun baru ini merupakan tahun kambing kayu, namun, Henky justru menyatakan bahwa tahun ini merupakan tahun kambing emas yang artinya tahun keberuntungan.
"Saya dapat sumber dari Cina langsung kalau tahun ini justru tahun kambing emas yang dipercaya akan membawa hoki baik untuk bisnis, percintaan dan segala aspek kehidupan," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Mengetahui Shio Berdasarkan Tahun Lahir? Ini Penjelasan yang Mudah Dipahami
-
Bank Rakyat Indonesia Gelar BRI Imlek Prosperity 2026, Pererat Relasi dengan Nasabah Top Tier
-
Potret Malioboro Tampilkan Harmoni dan Toleransi, Antara Ramadan dan Imlek
-
Atraksi Tatung hingga Kuliner Tionghoa Ramaikan Cap Go Meh Little Singkawang di TM Seasons City
-
Peritel Keluhkan Barang Impor Telat Masuk Saat Imlek-Lebaran Berdekatan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard