Suara.com - Kabar gembira bagi Anda yang sedang berencana untuk berlibur ke Denpasar, Bali. Karena dinas pariwisata setempat sedang menggalakan wisata kuliner yang menyajikan beragam makanan dan minuman khas Kota Denpasar. Makanan ini akan dihadirkan di sejumlah pasar desa di ibukota Provinsi Bali itu.
"Kuliner ini tidak saja ditemukan di beberapa ruas-ruas jalan Denpasar, namun berbagai potensi kuliner khas tersebut juga dapat kita temui di pasar-tradisional desa yang ada di empat kecamatan Kota Denpasar," kata Sekretaris Forum Pengelola Pasar Desa, Wayan Agus Indrawan, di Denpasar, Senin (2/3/2015).
Ia mengharapkan potensi kuliner Denpasar terus dilestarikan dan diangkat menjadi salah satu program wisata kota (city tour) dengan mendirikan satu kawasan sebagai pusat kuliner.
Menurut Agus, saat ini di beberapa pasar desa terdapat kuliner khas wilayah masing masing. Seperti di Pasar Waringin Sari Anggabaya yang terkenal dengan kuliner nasi ketela (sela) setiap pagi dan sore, bubur khas Desa Renon, dan berbagai varian kuliner yang banyak dijual di pasar tradisional.
Di samping memperkenalkan kuliner khas pasar desa, lanjut dia, Pemkot Denpasar juga berupaya mengenalkan minuman khas seperti "loloh" (sejenis jamu).
"Kami sangat mendukung upaya tersebut yang nantinya mampu menjadi tempat bagi masyarakat maupun para wisatawan dalam menikmati kuliner yang khas milik Kota Denpasar," ujarnya.
Dorongan untuk mendirikan pusat kuliner juga datang dari seorang pedagang kuliner nasi ketela (sela) di Pasar Kertha Waringin Sari, Desa Anggabaya Denpasar, Wayan Marya mendukung Pemkot Denpasar dapat mendirikan sebuah pusat kuliner.
Berbagai suguhan kuliner saat ini telah mulai muncul di kalangan masyarakat dan telah diwadahi Pemkot Denpasar melalui kegiatan "Denpasar Festival". Tentu hal itu dapat dikembangkan dengan membuat kemasan kuliner sebagai salah satu upaya melestarikan budaya lokal, seperti nasi "sela" khas Desa Anggabaya yang hanya dapat dinikmati di Pasar Kerta Waringin Sari setiap pagi dan sore.
"Gebrakan program Pemkot Denpasar dalam pelestarian kuliner sangat baik sehingga perlu dilanjutkan dan dikembangkan agar mampu menjadi peluang usaha masyarakat," katanya. (Antara)
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional
-
Apa Itu Projection dalam Parfum? 3 Merek Lokal Ini Aromanya Tercium hingga 2 Meter
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
-
5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya
-
Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat
-
4 Cushion yang Tidak Luntur saat Berkeringat, Cocok untuk Aktivitas Seharian