Suara.com - Petani di Desa Batu Bandung Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, mengembangkan kopi Aroba, kopi yang merupakan perpaduan kopi jenis arabika dan robusta.
"Kami menyebutnya kopi Aroba, singkatan dari arabika robusta dalam satu batang," kata Sahid, salah seorang petani yang mengembangkan sistem Aroba di Desa Batu Bandung, Selasa (10/3/2015).
Sistem ini merupakan hasil eksperimen petani yang meremajakan tanaman kopi dengan sistem stek atau sambung. Sebelumnya, sebagian besar petani di daerah itu menanam kopi jenis robusta dengan usia tanaman sudah mencapai puluhan tahun. Dan untuk meremajakan kopi tersebut, petani menggunakan sistem stek atau sambungan. Batang bawah kopi yang sudah berusia puluhan tahun disambung dengan tunas baru.
"Sebagian tetap menyambung jenis robusta di batang atas sama dengan jenis batang bawah tapi ada yang menyambung jenis arabika, nanti buahnya adalah jenis arabika," jelasnya.
Sedangkan jenis Aroba adalah kopi dengan batang bawah jenis robusta yang memiliki dua cabang, lalu masing-masing cabang disambung dengan jenis arabika dan jenis robusta. Sehingga dalam satu batang dengan dua cabang dapat menghasilkan dua jenis kopi yang berbeda.
"Jadi bisa memanen dua jenis kopi ini, tinggal menyesuaikan dengan permintaan," kata Sahid.
Sahid yang memiliki kebun seluas tiga hektare itu telah mengembangkan kopi jenis Aroba. Awalnya ia menyambung kopi dengan batas atas jenis arabika karena kebutuhan bahan baku kopi luwak. Sebagian besar konsumen kopi luwak, menurutnya, menginginkan buah jenis arabika.
"Sedangkan di sini hampir seluruh petani mengembangkan robusta, jadi kami mengganti batang atas arabika, buahnya juga akan sesuai batang atas, arabika," katanya.
Dengan sistem stek atau sambung itu Sahid sudah memiliki 2.500 batang atas jenis kopi arabika yang siap panen pada 2016 untuk keperluan bahan baku kopi luwak. Kabupaten Kepahiang memiliki luas areal tanaman kopi terluas dibanding sembilan kabupaten lain di Bengkulu, yakni mencapai 26 ribu hektare dengan produksi pada 2012 sebanyak 20.366 ton. (Antara)
Berita Terkait
-
Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!
-
Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut
-
Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi
-
Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh
-
2 Kopi Lokal Berbahaya Temuan BPOM, Mengandung Obat Keras dan Pakai Izin Edar Palsu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan