- Achmad Zaky Foundation mengirim 33 siswa SMA Unggulan Rushd Sragen mengikuti pertukaran pelajar ke Malaysia pada April 2026.
- Siswa mengikuti kegiatan akademik serta kunjungan industri di Dwi Emas International School untuk memperluas wawasan global mereka.
- Program ini bertujuan mencetak generasi muda Indonesia yang inovatif, adaptif, serta memiliki daya saing di tingkat internasional.
Suara.com - Program pertukaran pelajar kian menjadi cara populer untuk memperluas wawasan generasi muda di tengah dunia yang semakin terhubung. Bukan hanya soal belajar di lingkungan baru, pengalaman lintas negara juga membuka ruang bagi siswa untuk memahami perbedaan budaya, sistem pendidikan, hingga cara berpikir yang lebih global.
Gagasan inilah yang turut didorong Achmad Zaky melalui inisiatif nyata. Lewat Achmad Zaky Foundation, ia mendorong lahirnya generasi muda berwawasan global melalui program pertukaran pelajar lintas negara.
Sebanyak 33 siswa dari SMA Unggulan Rushd, Sragen, Solo, mengikuti program student exchange di Dwi Emas International School Malaysia selama 4–12 April 2026, berkat kolaborasi antara Achmad Zaky Foundation dengan Anne Tham dan Melinda Lim dari ACE EdVenture Group, yang merupakan bagian dari jaringan Endeavour Malaysia.
Bagi Zaky, pengalaman lintas negara seperti ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan investasi penting untuk masa depan generasi muda.
“Pendidikan adalah investasi terbesar yang dapat kita lakukan. Para siswa adalah changemakers masa depan dan inovator yang akan membentuk masa depan Indonesia. Dan merupakan tanggung jawab kita untuk memberikan pandangan dan wawasan yang luas kepada mereka sehingga mereka dapat memberikan dampak yang lebih besar di masa depan,” ujarnya.
Selama satu pekan, para siswa tidak hanya berkunjung, tetapi benar-benar menjalani keseharian sebagai bagian dari komunitas sekolah. Mereka mengikuti kelas akademik seperti sains, matematika, dan humaniora, serta aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler—mulai dari olahraga, seni, hingga kepemimpinan.
Lebih dari itu, interaksi lintas budaya menjadi salah satu nilai utama dalam program ini. Diskusi, kerja tim, hingga aktivitas sosial membuka ruang bagi siswa untuk membangun empati, toleransi, serta soft skills yang tak selalu didapat di ruang kelas.
Dwi Emas International School, yang dikenal dengan pendekatan progresif berbasis entrepreneurship dan keberagaman latar belakang siswa, menjadi lingkungan yang dinilai ideal untuk pengalaman ini. Anne Tham menyebut para siswa Indonesia tidak diposisikan sebagai pengamat, melainkan peserta aktif dalam seluruh aktivitas sekolah.
“Para leader di Dwi Emas menyambut pertukaran ini dengan antusias, memastikan bahwa 33 siswa yang berkunjung bukanlah pengamat pasif tetapi peserta aktif—duduk di ruang kelas, terlibat dalam olahraga tim, bergabung dalam sesi debat, dan berkontribusi pada kehidupan komunitas sekolah,” jelasnya.
Baca Juga: Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
Pengalaman semakin lengkap ketika para siswa mendapat kesempatan bertemu langsung dengan pelaku industri. Salah satunya melalui kunjungan ke kantor JurisTech di Kuala Lumpur dan sesi berbagi bersama COO JurisTech, Naaman Lee.
Dalam sesi tersebut, Naaman membagikan perjalanan membangun perusahaan teknologi di Asia Tenggara, tantangan di dunia startup, hingga pentingnya pola pikir inovatif di era modern. Diskusi ini memantik rasa ingin tahu siswa tentang berbagai jalur karier serta peran teknologi dalam membentuk masa depan.
Melalui program ini, Achmad Zaky Foundation tidak hanya membuka akses terhadap pendidikan global, tetapi juga memperluas cara pandang siswa terhadap dunia. Ke depan, program pertukaran pelajar ini direncanakan menjadi agenda tahunan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membentuk generasi yang adaptif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing
-
Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati