Suara.com - Tawar menawar yang menjadi ciri khas pasar tradisional, mungkin jarang bisa ditemukan saat belanja secara daring alias online. Dalam perdagangan secara daring, transaksi bisa dikatakan berjalan satu arah.
Pembeli berselancar untuk memilih barang yang diinginkan dan kemudian memutuskan apa yang akan dibeli. Setelah itu pemesanan diproses oleh penjual untuk kemudian barang dikirim ke alamat pembeli.
Namun hal itu tak akan ditemui jika Anda belanja secara online di pasaLTadet. Karena di pasaLTadet, Anda dapat melakukan proses tawar menawar melalui sales konsultan, di mana biasanya hal tersebut hanya dapat Anda temukan di pasar tradisional saja.
"pasaLTadet.com (LT) adalah retail online yang kami dirikan untuk mempromosikan #produkanakbangsa. Dengan metode transaksi online yang unik, di mana konsumen dapat menawar secara online produk yang menjadi pilihannya," kata Ayu Windyaningrum, pendiri pasaLTadet.com
Ayu melanjutkan, LT tak hanya bertujuan menjual produk, namun juga berfokus pada bagaimana produk anak bangsa makin disukai konsumennya.
Dengan keunggulan produk dan fasilitas pelayanan konsumen, Ayu yakin, pasaLTadet akan menjadi pasar online bagi label lokal produk Indonesia yang sedang berkembang.
Aneka macam produk anak bangsa hadir di pasaLTadet.com, seperti produk fesyen, home and living, food and beverage serta tak ketinggalan berbagai barang hobi. Yang lebih asyik lagi, harga yang dibanderol pun cukup terjangkau dengan kualitas yang terjamin.
"Menjadi tenant dalam pasaLTadet.com bakal menjadi kebanggaan tersendiri. Konsep marketplace yang khusus produk lokal tidak seperti marketplace lain, yang umumnya hanya menjual brand luar atau brand besar. Sistem ini sangat menarik dan berbeda dengan marketplace lainnya," ujar Ruth Setyani, pemilik brand Pulchra.
Ruth menambahkan jika dukungan sangat dibutuhkan oleh merek-merek lokal khususnya dalam menghadapi MEA 2015 ini.
"Saat ini dukungan terhadap merek lokal mulai bermunculan, salah satunya dengan adanya bazar merek lokal dan marketplace. Dukungan terhadap merek lokal sangat dibutuhkan bagi kami untuk memperkenalkan dan mengembangkan produk kami. Selain itu dalam menghadapi MEA akhir 2015 ini, kami harus bersaing dengan merek yang lebih besar bahkan merek luar," tutur Ruth.
Berita Terkait
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia
-
Dari Wishlist ke Checkout, Cara Sederhana Menambah Kebahagiaan Sehari-hari
-
Puas Belanja Online, Fajar Sadboy Bertransformasi Jadi Happyboy
-
Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba, Solusi Praktis Penuhi Kebutuhan Harian
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aston Villa Siap Jalani Laga Perdana di Indonesia, Indonesia All Stars Bertekad Beri Perlawanan
-
DPR Ingatkan Bahaya El Nino: Waspada Heat Stroke, Dehidrasi, Hingga Gangguan Gizi
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
5 Buku Rekomendasi Wonwoo SEVENTEEN, Ada yang Sudah Kamu Baca?
-
Tarif Listrik PLN per 1 Agustus 2026, Cek Tarif per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan
-
Menyelami 150 Tahun Sejarah Indonesia dalam Semalam Bersama Lembu Semar
-
Kesan Pertama Jajal Langsung Kia Sonet di GIIAS 2026
-
SF Hariyanto: Tidak Ada Pemberhentian PPPK di Riau
-
7 Tanda Kulit Rusak Akibat Tidak Memakai Sunscreen secara Rutin
-
Dikira Enak Hidup di Spanyol, Migran Maroko Pilih Balik Kanan karena Kelaparan di Enklave Ceuta