Rangkaian peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora (April 1815 - April 2015) semakin dekat. Sebanyak 1.500 personel pengamanan dari TNI AD dan Polri telah disiapkan untuk mengawal serangkaian kegiatan akbar "Tambora Menyapa Dunia" sampai puncak acara yang jatuh pada 11 April 2015 mendatang.
Diharapkan 100.000 wisatawan mancanegara, 1.000.000 wisata domestik akan mengikuti seremoni ini. Dan, selama hampir sebulan, warga di sekitar Gunung Tambora akan 'berpesta'. Sebanyak 137 Item Acara telah dipersiapkan, 250 home stay & home village disiapkan di rumah-rumah warga untuk menyambut tamu yang datang.
Program "Tambora Menyapa Dunia" dikeroyok oleh 4 daerah yakni Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bima, Pemkab Dompu, Pemkab Sumbawa dan Pemprov Nusa Tenggara Barat.
Abdurrahman, warga setempat yang dihubungi suara.com melalui sambungan telepon mengatakan persiapan telah mencapai 60 persen. Petani kopi yang tinggal di pintu pendakian Gunung Tambora, di desa Tambora, Dusun Pancasila, Bima, Nusa Tenggara Barat ini telah menyiapkan dua kamar di rumahnya dan puluhan unit tenda untuk menampung para tamu.
Bersama kelompok warga setempat, Rahman juga telah menyiapkan berbagai paket wisata yang dilakukan selain mendaki gunung Tambora. Dia mengaku sangat antusias menyambut acara akbar ini, yang diharapkan akan mampu memberi sumbangan bagi ekonomi warga.
"Dengan acara ini, Tambora makin dikenal. Tak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia," ujarnya.
Letusan Gunung Tambora pada 10 April 1815 diperkirakan menewaskan 71.000 orang, dengan 11.000—12.000 di antaranya meninggal langsung akibat letusannya yang maha dahsyat. Bahkan letusan gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Dompu dan BIma ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Para ahli mencatat, akibat letusan ini sebagian daratan Eropa dan Amerika Utara tidak mengalami musim panas karena debu yang dimuntahkan Tambora menghalangi sinar matahari.
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Cara Makeup Simpel Tanpa Foundation ala MUA, Hasilnya Flawless dan Tahan Lama
-
Men Support Men: Ketika Laki-Laki Juga Butuh Ruang untuk Cerita
-
Karhutla Bakar 2.300 Hektare Suaka Margasatwa Padang Sugihan
-
Perluas Jangkauan Wi-Fi 7 di Rumah, TP-Link Hadirkan RE225BE
-
Sering Tertukar? Ini Perbedaan Juring dan Tembereng pada Lingkaran Beserta Rumusnya
-
Kebakaran di Sabana Pengol, TNBTS Tutup Sebagian Akses Wisata Bromo
-
3 Rekomendasi Moisturizer Pemudar Flek Hitam dan Garis Senyum Usia 40 Tahun
-
Pesan Kerim Memija untuk Jakmania Jelang Persija vs Persib: Menang, Lalu Kita Pesta Bersama
-
59 Nyawa Melayang Dalam 6 Bulan! Komnas HAM Minta Prabowo Atasi Krisis Kekerasan di Papua
-
Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka di Pati: Makanan Datang Telat, Ratusan Siswa Keracunan