Suara.com - Hidup yang dijalani sekitar 200 warga utara Sydney ini sungguh luar biasa. Jauh dari kebisingan kota, mereka memilih tinggal di bawah tanah.
Berlokasi di kawasan Whitecliff, sekitar 200 warga itu tinggal berdampingan di bawah tanah. Rumah-rumah mereka unik. Harganya pun amat murah, bila dibandingkan dengan bangunan di pusat kota Sydney.
Whitecliff sendiri, pada 1800-an pernah dikenal sebagai kawasan kaya batu permata. Kala itu, warga Australia, banyak menyambangi Whitecliff untuk mencari batu permata untuk dijual.
Tapi kini, ketika permata mulai raib, kawasan itu ditinggalkan begitu saja. Sisanya adalah keluarga 200 orang ini, yang masih setia berdomisili di Whitecliff.
"Di sini sangat hening, kecuali kalau ada getaran tanah. Tidak ada tanaman pula. Benar-benar hanya tanah," kata Enid Black, seperti dikutip dari laman news.com.au.
"Di musim dingin suhu udara sangat ekstrem. Bisa mencapai di bawah nol derajat celcius. Tapi di musim panas, udara juga melonjak menjadi 50 derajat celcius. Tapi kami sangat bahagia tinggal di sini," ujarnya.
Enid menambahkan kalau warga Whitecliff sangat senang kalau musim penghujan tiba. "Ya saat itu tiba sangat seru. Kami bersama-sama menampung air, karena air sangat jarang di sini," katanya.
Tak perlu izin membangun
Di Whitecliff, 200 warga amat bebas membangun, karena tidak memerluka izin untuk mendirikan sebuah bangunan baru di bawah tanah.
Hanya saja, kata Enid, dalam membangun, warga harus sangat berhat-hati. Karena tanah mudah runtuh, dan dapat memakan korban jiwa kalau melakukan kesalahan.
"Belum lagi kalau kami berhadapan dengan karbon monoksida. Jadi masker oksigen sangat kami perlukan untuk tinggal di bawah sini," tuturnya.
Soal listrik, Enid mengungkapkan kalau warganya bisa menikmati dan memasang benda elektronik, seperti pompa air.
"Tapi kami tidak bisa memasukan kabel listrik ke dalam dinding. Jadi kami memakai pipa untuk memasang instalasi listrik di sini," ucapnya.
Membangun Motel
Enid menyadari kalau tempat tinggalnya amat menarik perhatian turis. Wisatawan, pastinya akan sangat senang bila dapat merasakan sejenak tinggal di bawah tanah.
Karena itu, Enid bersama warga telah membangun motel yang dapat ditempati oleh wisatawan yang berkunjung ke Whitecliff.
"Ini adalah pariwisata baru. Wisatawan sangat ingin mengetahui bagaiamana cara hidup di bawah tanah," kata Enid.
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Banjir Hoki, 4 Shio Ini Diperkirakan Bernasib Baik pada 17 Mei 2026
-
Terpopuler: 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Bolehkah Kurban Utang atau Nyicil?
-
Panik Anabul Sering Pilih-Pilih Pet Food? Ternyata Ini 5 Alasannya
-
Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama 2026, Bacaan Arab dan Latin Lengkap
-
Rekam Jejak Kevin Gusnadi, Politisi yang Dekat dengan Ayu Ting Ting Bukan Orang Sembarangan
-
7 Rekomendasi Bedak untuk Ibu Hamil yang Aman: Bebas Iritasi, Wajah Nampak Cerah
-
8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
-
Apa Parfum Mykonos Paling Wangi Tahan Lama? Ini 6 Pilihan yang Layak Dicoba
-
7 Arti Mimpi yang Diyakini Pertanda akan Mendapat Rezeki, dari Melihat Ikan sampai Gendong Bayi
-
Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam