Suara.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi menilai kerajinan batu akik dapat mengurangi kenakalan dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di daerah itu.
"Animo masyarakat menekuni kerajinan batu akik yang tinggi dapat mengurangi pergaulan remaja yang dapat merusak diri dan masa depannya," kata Rustam Effendi di Pangkalpinang, Senin (6/4/2015).
Untuk itu, menurut dia, pihaknya akan terus mengembangkan potensi usaha batu akik melalui berbagai kebijakan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan kebijakan PNS diwajibkan memakai batu akik, bantuan, dan pelatihan kepada perajin dan lainnya.
"Saat ini perekonomian masyarakat melemah akibat harga timah anjlok dan diharapkan kebijakan batu akik ini dapat membantu masyarakat meningkatkan usahanya," ujarnya.
Menurut dia, maraknya batu akik ini tentu masyarakat khususnya para remaja akan disibukkan untuk mencari dan mengasah batu-batu akik berkualitas.
"Saat ini tingkat kenakalan remaja cukup tinggi dan diharapkan boomingnya batu akik ini dapat menekan kenakalan, kriminalitas di kalangan remaja," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya akan menjadikan pameran, kontes, dan lainnya berkaitan dengan batu akik menjadi agenda kalender tahunan pemerintah.
"Kami sangat menyambut baik dengan perkembangan kerajinan batu akik ini dan akan terus dikembangkan agar batu akik khas daerah ini semakin terkenal di tingkat nasional dan internasional," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan