Suara.com - Kerajinan batu akik di Kabupaten Lebak, Banten, selama ini dinilai telah dapat mengatasi pengangguran. Lantaran itu pula, tren usaha ini dianggap bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu.
"Kami sudah tiga bulan menggeluti usaha ini, dan bisa mencukupi ekonomi keluarga sehari-hari," kata Budiman, seorang perajin batu akik warga Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Minggu (29/3/2015).
Selama ini, menurut Budiman, penghasilan kerajinan batu akik cukup lumayan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Tak terkecuali biaya pendidikan anaknya yang kini kuliah di Universitas Dipenogoro, Semarang, Jawa Tengah.
Meskipun anaknya itu kuliah gratis karena mendapat program Bidik Misi dari pemerintah, namun Budiman lega bisa membantu juga untuk biaya keperluan lainnya. Padahal sebelumnya, dirinya mengaku bingung lantaran usaha buruh bangunan tidak menentu. Terkadang keluarganya menurutnya bisa makan jika ada pekerjaan, tetapi sebaliknya bila menganggur justru harus kesulitan.
Namun akhirnya, peluang usaha didapatnya setelah masyarakat belakangan dilanda demam batu akik. Saking ramainya usaha itu, hampir di sepanjang jalan protokol di Rangkasbitung bisa ditemukan usaha kerajinan batu akik, lantaran permintaan pasar yang relatif tinggi.
Makanya menurut Budiman, dirinya lantas coba menggeluti usaha kerajinan batu akik tersebut. Apalagi dengan banyaknya permintaan pasar, maupun pesanan dari berbagai daerah mulai dari Provinsi Banten hinggga Jakarta. Dirinya bahkan sempat merasa kewalahan melayani permintaan batu tersebut.
"Kami terbantu dengan usaha ini, dan pendapatan antara Rp1,5 sampai Rp2 juta per hari," kata Budiman, saat ditemui di Jalan Lingkar Selatan Rangkasbitung.
Budiman mengatakan, dirinya tidak menyangka demam batu akik di masyarakat itu ternyata bisa pula menyerap lapangan pekerjaan. Saat ini, dirinya sendiri menurut Budiman, bisa mempekerjakan sebanyak tiga orang dengan gaji sebesar Rp100 ribu per orang.
"Kami menjual batu akik dari harga Rp100 ribu sampai Rp20 juta, tergantung kualitasnya," katanya pula.
Japar, seorang perajin warga Rangkasbitung, juga mengakui dirinya dan keluarga terbantu secara ekonomi, dari hasil kerajinan batu permata Kalimaya. Sebelumnya, Japar mengaku bekerja di Jakarta sebagai pedagang kaki lima. Namun kini seiring demam batu yang terjadi di hampir semua daerah di Tanah Air, dia pun memilih menggeluti usaha itu.
Menurut Japar, harga pasaran Kalimaya black opal atau opal hitam cukup mahal, serta termasuk yang diburu pencinta batu permata maupun kolektor domestik dan mancanegara. Saat ini menurutnya pula, harga permata Kalimaya opal hitam bervariasi dan tergantung warnanya, berkisar mulai dari Rp300.000 sampai Rp50 juta.
"Kami membuka usaha ini hampir setahun lebih, dan bisa menyerap tenaga kerja hingga puluhan orang," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi, pun mengatakan bahwa saat ini kerajinan batu akik maupun permata Kalimaya di daerah tersebut, sudah bisa menyerap lapangan pekerjaan hingga ribuan orang. Makanya menurutnya, Pemkab Lebak pun terus mendorong tumbuhnya usaha kerajinan batu akik ini, karena dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Klub Mees Hilgers Punya Masalah Besar, Eks Pelatih MU Dituding Jadi Biang Kerok
-
9 Sunscreen untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bekas Jerawat, Mudah Dibeli Online
-
Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat
-
Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta
-
Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis
-
Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta