Ilustrasi anak sedang belajar di kelas. (Shutterstock)
Psikolog Prof. Dr. Sarlito Wirawan mengatakan bahwa pola pendidikan sekolah bagi anak-anak di Indonesia pada umunya kurang tepat.
"Menurut saya masih monoton dan kurang tepat yang diterapkan di sekolah-sekolah," jelasnya di Jakarta, Rabu (15/4/2015).
Sarlito menjelaskan, selama ini para guru mengajarkan kepada siswa-siswinya masih kaku sehingga tidak memacu mereka untuk lebih kreatif.
"Ketika disuruh menggambar pemandangan, pasti ada dua gunung, jalan di tengah dan sawah kanan-kirinya, itu adalah hal yang sangat kaku," ujarnya.
Sarlito juga menambahkan bahwa ketika menggambar bebek pasti menghadap ke kanan dengan kepala tegak, proses seperti ini akan mengurangi daya kreasi anak-anak.
Menurutnya, hal ini terjadi karena ketika anak-anak menggambar di luar kebiasaan, guru-guru akan memberi mereka nilai yang jelek.
"Bagaimana mereka mau berkreasi, jika mendapat nilai jelek saat menggambar imajinasi mereka," kata Dekan Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI ini.
Sarlito berharap, suatu saat sistem rangking atau pemberian nilai pada siswa yang tidak obyektif dihapuskan, karena bisa berimbas siswa hanya mengejar nilai baik, tapi melupakan sisi pengembangan kreatifitas.
"Hingga saat ini, unsur subyektif perlahan hilang di dunia psikologis, karena semuanya telah dipatok dengan standar dan nilai, padahal bagi kejiawaan tidak semuanya bisa dipatok dengan nilai," tuturnya. (Antara)
"Menurut saya masih monoton dan kurang tepat yang diterapkan di sekolah-sekolah," jelasnya di Jakarta, Rabu (15/4/2015).
Sarlito menjelaskan, selama ini para guru mengajarkan kepada siswa-siswinya masih kaku sehingga tidak memacu mereka untuk lebih kreatif.
"Ketika disuruh menggambar pemandangan, pasti ada dua gunung, jalan di tengah dan sawah kanan-kirinya, itu adalah hal yang sangat kaku," ujarnya.
Sarlito juga menambahkan bahwa ketika menggambar bebek pasti menghadap ke kanan dengan kepala tegak, proses seperti ini akan mengurangi daya kreasi anak-anak.
Menurutnya, hal ini terjadi karena ketika anak-anak menggambar di luar kebiasaan, guru-guru akan memberi mereka nilai yang jelek.
"Bagaimana mereka mau berkreasi, jika mendapat nilai jelek saat menggambar imajinasi mereka," kata Dekan Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI ini.
Sarlito berharap, suatu saat sistem rangking atau pemberian nilai pada siswa yang tidak obyektif dihapuskan, karena bisa berimbas siswa hanya mengejar nilai baik, tapi melupakan sisi pengembangan kreatifitas.
"Hingga saat ini, unsur subyektif perlahan hilang di dunia psikologis, karena semuanya telah dipatok dengan standar dan nilai, padahal bagi kejiawaan tidak semuanya bisa dipatok dengan nilai," tuturnya. (Antara)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Kurangi Sampah, Mesin RVM Kini Beri 'Kesempatan Kedua' pada Botol Plastik Bekas
-
6 Trik agar Hasil Cushion Tidak Crack, Makeup Jadi Flawless Tahan Lama
-
5 Sepatu Jalan Paling Nyaman: Lolos Uji 10.000 Langkah, Kaki Anti Pegal dan Nyeri
-
7 Sepatu Lokal Nyaman dan Multifungsi untuk Kerja, Jalan, hingga Traveling
-
Tren Staycation 2026: Liburan Singkat Kian Diminati, Akomodasi Jadi Daya Tarik Utama
-
7 Sepatu Converse Sol Datar Buat Nge-gym Sekaligus Nongkrong
-
Daftar 26 Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM, Ini Rinciannya
-
5 Sepatu Adidas Tanpa Tali untuk Aktivitas Sehari-hari dengan Bantalan Nyaman
-
7 Warna Lipstik yang Membuat Wajah Cerah dan Tidak Kusam di Usia 40 Tahun
-
Promo Superindo 16-18 Januari 2026: Diskon Daging hingga Minyak, Belanja Hemat di Long Weekend