Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat memantau Ujian Nasional (UN) di SMK Negeri 27, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (13/4). [Suara.com/Oke Atmaja]
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengutarakan niatnya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di DKI Jakarta, baik itu dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Sehubungan dengan itu, menurut Ahok, Pemprov DKI menurutnya akan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) guru-guru dan tenaga pengajar di sekolah-sekolah negeri di ibu kota. Tujuannya agar sekolah-sekolah konvensional dapat bersaing dengan kualitas sekolah yang bertaraf internasional.
"Sekarang sekolah internasional juga kalau lama-lama semakin mahal, dan apalagi kalau tujuannya hanya uang, mutunya juga sama, orang-orang juga akan balik ke sekolah kayak gini. Ini sekolah usia 156 tahun, dari buyutnya sampai cicitnya jadi alumni sekolah ini. Ini bukti kalau sekolah konvensional berpikir konsisten, bukan sekadar cari uang semata," kata Ahok, saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA St Ursula, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2015).
Ahok pun berharap situasi seperti ini akan terus berlanjut. Mantan Bupati Belitung Timur ini berharap, warga Jakarta mempercayakan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun sekolah swasta yang tidak memikirkan keuntungan semata.
Ahok menegaskan bahwa dengan begitu, tidak akan ada lagi anak yang tidak sekolah maupun putus sekolah di Jakarta. Masalahnya menurutnya, pada saat dirinya bersama Jokowi mengelola Pemprov DKI, survei menyebutkan bahwa 40 persen anak usia 16-18 tahun tidak sekolah karena tidak memiliki biaya.
"Makanya kami mau kasihkan banyak Kartu Jakarta Pintar (KJP). Kami tidak ingin ada anak yang tidak sekolah, Itu saja. Sekarang kayak sekolah berlabel internasional, kalau otaknya cuma cari duit, mutunya payah, sudah mahal, lama-lama ditinggal orang. Itu harapan kami," tuturnya.
Di hari pertama penyelenggaraan UN berbasis komputer ini, Ahok melakukan peninjauan ke dua sekolah, yakni SMKN 27 dan SMA Santa Ursula di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat. Di SMKN 27, Basuki sempat memberi motivasi kepada para siswa. Sementara saat di SMA St Ursula, Ahok hanya mengintip kelas per kelas, sebab UN sudah berlangsung.
Sehubungan dengan itu, menurut Ahok, Pemprov DKI menurutnya akan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) guru-guru dan tenaga pengajar di sekolah-sekolah negeri di ibu kota. Tujuannya agar sekolah-sekolah konvensional dapat bersaing dengan kualitas sekolah yang bertaraf internasional.
"Sekarang sekolah internasional juga kalau lama-lama semakin mahal, dan apalagi kalau tujuannya hanya uang, mutunya juga sama, orang-orang juga akan balik ke sekolah kayak gini. Ini sekolah usia 156 tahun, dari buyutnya sampai cicitnya jadi alumni sekolah ini. Ini bukti kalau sekolah konvensional berpikir konsisten, bukan sekadar cari uang semata," kata Ahok, saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA St Ursula, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2015).
Ahok pun berharap situasi seperti ini akan terus berlanjut. Mantan Bupati Belitung Timur ini berharap, warga Jakarta mempercayakan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun sekolah swasta yang tidak memikirkan keuntungan semata.
Ahok menegaskan bahwa dengan begitu, tidak akan ada lagi anak yang tidak sekolah maupun putus sekolah di Jakarta. Masalahnya menurutnya, pada saat dirinya bersama Jokowi mengelola Pemprov DKI, survei menyebutkan bahwa 40 persen anak usia 16-18 tahun tidak sekolah karena tidak memiliki biaya.
"Makanya kami mau kasihkan banyak Kartu Jakarta Pintar (KJP). Kami tidak ingin ada anak yang tidak sekolah, Itu saja. Sekarang kayak sekolah berlabel internasional, kalau otaknya cuma cari duit, mutunya payah, sudah mahal, lama-lama ditinggal orang. Itu harapan kami," tuturnya.
Di hari pertama penyelenggaraan UN berbasis komputer ini, Ahok melakukan peninjauan ke dua sekolah, yakni SMKN 27 dan SMA Santa Ursula di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat. Di SMKN 27, Basuki sempat memberi motivasi kepada para siswa. Sementara saat di SMA St Ursula, Ahok hanya mengintip kelas per kelas, sebab UN sudah berlangsung.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani