Suara.com - Sebuah kota kecil di Bosnia bertekad menjadi destinasi wisata unik di Eropa. Bukan karena panorama alam atau kebudayaan, tapi karena memiliki banyak kembar.
Buzim merupakan sebuah kota di Bosnia yang saat ini tengah menaikkan pamor mereka di peta wisata Eropa. Saat ini lebih dari 200 pasangan kembar ada di kota dengan populasi 20.000 orang tersebut.
Keunikan ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Saat perang saudara pada 1990-an, setidaknya lahir 21 pasang bayi kembar di Kota Buzim. Sejak itu, jumlah kelahiran anak kembar terus bertambah.
Fenomena ini mulai diketahui oleh Nedzib Vucelj, seorang jurnalis lokal yang istrinya melahirkan bayi kembar ketika perang saudara.
Nedzib mengisahkan, saat itu dia berkunjung ke tetangga untuk meminjam kereta bayi. Saat itulah dia mengetahui jika ada lebih dari tiga keluarga yang juga memiliki bayi kembar.
"Itulah saat saya menyadari berapa banyak kembar di sini," ujar Vucelj.
Kemudian Vucelj berinisiatif membuka akun Facebook "Buzim-The Town of Twins". Lewat akun inilah kemudian diketahui ada lebih dari 200 pasangan kembar lahir di Buzim.
Inisitaif Vucelj didukung oleh Agan Bunic, wali kota Buzim, yang menyatakan langkah Vucelj bisa menjadi daya tarik turis. Sang wali kota pun berencana menggelar acara pertemuan tahunan untuk anak-anak kembar yang bakal menjadi ajang yang menarik bagi turis.
Warga Kota Buzim sendiri meyakini ada tradisi bayi kembar yang sudah berlangsung lama di wilayahnya.
"Saya ingat, setiap kelas selalu ada anak kembar setiap tahunnya. Bahkan pada suatu saat ada tiga pasang anak kembar," kata Zumreta Hodzic, pegawai negeri yang bertugas mencatat kelahiran di Buzim.
Belum diketahu secara pasti alasan terjadinya fenomena ini. Tapi ahli genetika menyatakan tradisi menikah dengan keluarga dekat atau sedarah menjadi salah satu kemungkinan. (Reuters)
Berita Terkait
-
Tanggal Kembar 8.8, Saatnya Lengkapi Kebutuhan Skincare hingga Vitamin dengan Lebih Hemat
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan
-
Stjepan Loncar Ungkap Ambisi Besar Usai Gabung Persija Jakarta
-
Persija Jakarta Resmi Rekrut Pemain Bosnia, Stepan Loncar
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan