Suara.com - Lukisan cadas berusia ribuan tahun pada tebing setinggi kurang lebih 20 meter dari garis pantai Desa Wamkana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, terancam karena kondisi alam.
"Situs lukisan cadas Wamkana terancam rusak karena kondisi alam, ini dipengaruhi oleh kelembaban udara dan terpaan angin mempengaruhi semakin pudarnya gambar-gambar yang ada," kata Kepala Balai Arkeologi Ambon, Muh. Husni di Ambon, Kamis (23/4/2015).
Ia mengatakan, lukisan cadas prasejarah yang berisi gambar-gambar dengan figur "manusia kangkang", perahu, pohon, dan lainnya dalam warna merah dan hitam tersebut belum banyak dieksplorasi dalam penelitian yang lebih mendalam, sehingga penanggalan absolut terkait usianya belum bisa diketahui secara pasti.
Kendati demikian, situs Wamkana telah dilindungi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang berkedudukan di Ternate, Maluku Utara, dan dijaga oleh seorang juru kunci.
"Belum ada penanggalan absolut tapi kalau perkiraannya saja mungkin sekitar 2.500 hingga 3.000 tahun yang lalu, dengan kondisinya yang sekarang memang harus segera dibuat pendokumentasian," katanya.
Ahli prasejarah dari Balai Arkeologi Ambon, Marlon Ririmasse mengatakan, kalau berdasarkan teori rock art atau lukisan cadas, merupakan peninggalan tradisi zaman Mesolitik, yang mana menggambarkan telah berkembangnya budaya religi dalam kehidupan manusia.
"Setiap motif memiliki makna tertentu, begitu juga dengan penggunaan warna, tapi warna di tiap daerah memiliki makna masing-masing, hingga kini lukisan cadas tertua masih berada di wilayah Prancis, usianya sekitar 40.000 tahun lalu," katanya.
Sementara itu pakar kolonial, Syahruddin Mansyur yang juga arkeolog dari Balai Arkeologi Ambon mengatakan, ketika melakukan penelitian terkait kolonialisme di Kabupaten Buru Selatan pada pertengahan Februari 2015, dirinya menemukan adanya aksi vandalisme di tebing tempat beradanya lukisan cadas Wamkana.
Meski tidak berada dekat dengan lukisan-lukisan purba tersebut, tapi tulisan-tulisan vandalisme tersebut sangat merusak keindahan tebing, selain itu, dirinya juga melihat ada upaya penggerusan beberapa lukisan yang ada.
"Ada gambar yang terlihat seperti sengaja dihapus, digerus dengan sesuatu sehingga tidak terkesan warnanya memudar secara alami," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
-
Menurut Feng Shui, Lukisan Sebaiknya Dipajang di Mana? Ini Lokasi yang Bisa Bikin Hoki
-
8 Lukisan Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, Cocok Jadi Pajangan Rumah
-
7 Lukisan Laku Terjual, Mbah Kibar Lunas dari Jerat Utang Rp 500 Juta
-
Viral Maestro Kibar Jual Lukisan Demi Bayar Utang, Gambar Wapres Gibran Jadi yang Pertama Laku
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!