- Seniman asal Yogyakarta, Mbah Kibar, berhasil melunasi utang bank sebesar Rp500 juta melalui penjualan tujuh karya lukisannya.
- Penjualan lukisan yang melibatkan tiga kolektor tersebut terealisasi secara resmi pada Kamis, 30 April 2026 di Yogyakarta.
- Mbah Kibar akan terus berkarya dan menggunakan media sosial sebagai sarana utama pemasaran karya bagi para kolektor.
Suara.com - Kabar bahagia datang dari seniman senior asal Yogyakarta, Suhardiyono Kibar atau yang akrab disapa Mbah Kibar (76). Setelah sempat berjuang di bawah bayang-bayang sita aset akibat utang bank sebesar Rp500 juta lebih, ia kini resmi bernapas lega.
Melalui dedikasinya di atas kanvas, ia berhasil mengumpulkan dana yang dibutuhkan setelah sejumlah karya lukisannya laku terjual kepada para kolektor.
Tim pendamping Mbah Kibar, Atsir Mahatma Adam, mengonfirmasi bahwa total terdapat tujuh karya lukis yang telah berpindah tangan ke pemilik baru. Penjualan ini melibatkan tiga pembeli berbeda yang menaruh apresiasi tinggi terhadap kualitas realisme sang maestro.
"7 lukisan sold, 3 buyer," ungkap Adam saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Adapun karya-karya yang terjual mencakup berbagai tema dan tokoh, mulai dari potret humanis hingga figur politik nasional. Beberapa judul lukisan yang telah resmi terjual di antaranya adalah Nanda & Cappucino, Bunda Theresa, dan 8 Kuda Binal.
Selain itu, lukisan bertema tokoh negara seperti Titik Soeharto, Prabowo Hormat, Prabowo Expressionis, hingga potret Gibran pun turut diminati kolektor. Sehingga dapat mendatangkan nilai yang cukup untuk menutupi beban piutang tersebut.
Adam bilang bahwa fokus utama Mbah Kibar saat ini adalah melanjutkan produktivitasnya untuk berkarya. Meski telah melunasi kewajibannya, sang seniman dipastikan tidak akan berhenti menggoreskan kuasnya.
"Tetap berkarya pastinya," tegasnya.
Mengenai strategi publikasi karya ke depan, tim pendamping menyebutkan bahwa media sosial masih menjadi kanal utama untuk memamerkan lukisan-lukisan Mbah Kibar.
Baca Juga: Penampakan Lukisan 44.000 Tahun di Lahan Tambang Milik BUMN
Pendekatan digital ini dinilai efektif dalam menjaring kolektor secara lebih luas dan transparan tanpa harus selalu bergantung pada galeri fisik.
"Pameran kayaknya cukup via medsos. Tetap (aktif) di medsos," ucapnya.
Walau saat ini berfokus pada ruang digital, manajemen Mbah Kibar tetap membuka ruang bagi pihak-pihak yang ingin menjalin kerja sama profesional. Termasuk untuk menampilkan karya-karyanya dalam ruang publik yang lebih formal melalui kolaborasi strategis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan