Suara.com - Percayakah Anda saat berdiri, otak dapat berpikir lebih baik dan cemerlang? Jadi, mulai sekarang cobalah untuk berpikir sambil berdiri dan rasakan perubahannya.
Texas and Health Science Center School of Public Health menemukan bahwa siswa yang mengerjakan tugas dengan kondisi berdiri lebih konsentrasi daripada kawan-kawan mereka yang belajar dengan posisi duduk. Temuan menunjukkan siswa belajar sambil berdiri konsentrasi mereka 12 persen lebih besar untuk belajar.
Hasil ini didasarkan pada penelitian yang melibatkan 300 anak pada dua sekolah, yang duduk di kelas 4. Penilaian diukur dengan perilaku seperti menjawab pertanyaan, mengangkat tangan atau berpartisipasi dalam diskusi secara aktif.
Sebelumnya juga dilakukan tes perilaku anak dengan pilihan antara meja berdiri (tanpa kursi) dan meja dengan kursi. Hasil menunjukkan, anak-anak yang memilih meja berdiri, memiliki antusias yang besar saat jam belajar dimulai. Mereka lebih aktif dibandingkan anak yang berpikir dalam kondisi duduk.
Temuan ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak di dunia pendidikan untuk tidak sekedar memberikan ilmu dengan duduk di kelas tapi juga mengombinasikannya dengan membawa siswa untuk belajar di luar ruangan. (zeenews)
Berita Terkait
-
BRI Peduli Peringati Hari Anak Nasional Lewat Kegiatan Edukatif di Enam Sekolah
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Khawatir Masa Depan Anak di Era AI? Ini Rahasia Menyiapkannya Menjadi Lifelong Learner
-
Gagal Masuk SD Negeri? Ini Alasan Mengapa SDIT Bisa Jadi Pilihan Terbaik untuk Si Kecil
-
Bocah Jenius atau Terlatih? Mengenal Nala, Anak TK yang Fasih Bicara Soal Biomedis
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI
-
Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite
-
RI Kejar Dagang Thailand Tembus US$20 Miliar, Mendag: "Hambatan Harus Dihapus!"
-
Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk
-
Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung